
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau masyarakat, khususnya warga Manggarai Barat dan para wisatawan yang sedang berada di Labuan Bajo, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pihak kepolisian memastikan bahwa kondisi keamanan di destinasi wisata super prioritas tersebut tetap terkendali dan aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa.
Langkah ini diambil menyusul insiden kesalahpahaman yang melibatkan sejumlah anggota Brimob dan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (11/6) dini hari. Lima anggota Brimob diduga menjadi korban penikaman yang dilakukan oleh tiga prajurit TNI AD.
Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono segera melakukan koordinasi intensif. Pertemuan para petinggi ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Manggarai Barat tetap kondusif.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan kasus, telah dibentuk tim gabungan yang terdiri dari:
- Bidang Propam Polda NTT
- Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD)
Tim gabungan ini bertugas melakukan pemeriksaan mendalam serta pendalaman terhadap kronologi peristiwa guna memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Kronologi Singkat Insiden Waemata
Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa insiden bermula setelah sejumlah personel Brimob menghadiri acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob, Bripda JGR, di Dusun Waemata. Meski acara inti berlangsung tertib, gesekan terjadi saat memasuki dini hari akibat adanya kesalahpahaman antaranggota di lokasi.
Personel yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) segera melakukan langkah-langkah peredaman situasi. Pimpinan Polres Manggarai Barat juga telah menginstruksikan seluruh personel untuk kembali ke markas masing-masing guna menjaga stabilitas wilayah.
Kondisi Korban: Sejumlah anggota yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut saat ini tengah mendapatkan perawatan medis intensif di RS Siloam Labuan Bajo.
Komitmen Sinergitas TNI-Polri
Polda NTT menegaskan bahwa insiden di Waemata tidak akan mengganggu hubungan kerja sama dan sinergitas yang telah terjalin kuat antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur. Kedua institusi berkomitmen menyelesaikan masalah ini secara objektif.
Di tingkat lokal, Kapolres Manggarai Barat dan Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan lapangan dan komunikasi rutin untuk menjamin keamanan wisatawan. Wisatawan diharapkan dapat melanjutkan agenda perjalanannya tanpa rasa khawatir, mengingat pengamanan di titik-titik vital Labuan Bajo tetap menjadi prioritas utama. (MM/I-1)
