
DINAS Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Banten, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya modus penipuan SIM Swap. Kejahatan siber ini mengincar nomor ponsel aktif untuk mengambil alih akses perbankan dan layanan digital penting lainnya.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Ia meminta masyarakat segera bertindak jika menemukan kejanggalan pada perangkat seluler mereka.
“Jika nomor ponsel tiba-tiba mati atau hilang sinyal tanpa alasan jelas, segera laporkan ke operator sebelum pelaku sempat membobol akun perbankan,” ujar Mugiya di Tangerang, Selasa (10/6).
Memahami Modus SIM Swap
Modus ini bekerja dengan cara pelaku mengambil alih nomor ponsel korban menggunakan data pribadi yang telah dicuri sebelumnya. Begitu kartu SIM berhasil diduplikasi atau diganti oleh pelaku, mereka dapat dengan bebas menerima kode verifikasi (OTP) yang dikirimkan melalui SMS.
Mugiya mengingatkan bahwa nomor ponsel saat ini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan kunci akses utama menuju berbagai akun finansial.
“Tetaplah waspada, karena pelaku kejahatan hanya membutuhkan satu celah kelengahan kita untuk menguras isi rekening,” ungkapnya.
Tahapan Kejahatan SIM Swap
Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terdapat alur sistematis yang dilakukan pelaku dalam melancarkan aksinya:
| Tahapan | Deskripsi Aksi Pelaku |
|---|---|
| 1. Pencurian Data | Pelaku mencuri data pribadi korban melalui teknik phishing atau rekayasa sosial. |
| 2. Pemalsuan Identitas | Menggunakan data curian untuk memalsukan identitas dan meminta kartu SIM baru ke gerai operator. |
| 3. Penguasaan Akun | Setelah nomor aktif di tangan pelaku, mereka membobol akun perbankan dan aplikasi keuangan korban. |
Langkah Pencegahan bagi Masyarakat
Untuk meminimalisir risiko menjadi korban, Diskominfo Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan memperketat keamanan akun dengan langkah-langkah berikut:
- Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA): Gunakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan fisik sebagai lapisan tambahan selain SMS.
- Ganti Password Berkala: Lakukan pembaruan kata sandi secara rutin pada akun email, perbankan, dan media sosial.
- Lindungi Data Pribadi: Jangan sembarangan memberikan informasi seperti NIK, nama ibu kandung, atau tanggal lahir kepada pihak yang tidak dikenal.
- Respons Cepat: Jika sinyal ponsel hilang secara mendadak di lokasi yang biasanya stabil, segera hubungi call center operator seluler untuk memblokir kartu SIM.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital agar terhindar dari berbagai modus penipuan siber yang kian beragam,” tutup Mugiya. (Ant/Z-1)
