Warga Sidorejo Geruduk KITB Tagih Janji Infrastruktur dan Soroti Prostitusi
Warga mendatangai kawasan KITB.(MI/Supardji Rasban)

Puluhan warga Dusun Sidorejo, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendatangi kantor manajemen Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada Senin (8/6). Aksi ini dilakukan guna menagih sejumlah komitmen pembangunan yang dinilai belum terealisasi serta menyuarakan keresahan atas dugaan praktik prostitusi di sekitar kawasan.

Warga yang didampingi Laskar GPK Macan Roban dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) tersebut melakukan audiensi langsung dengan pihak manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis. Selain masalah infrastruktur, munculnya persoalan sosial menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

 

Komandan Laskar GPK Macan Roban, Fatchullah Akbar, mengungkapkan bahwa masyarakat merasa kesulitan mendapatkan informasi transparan mengenai tindak lanjut kesepakatan antara warga dan pengelola kawasan. Menurutnya, komunikasi yang selama ini hanya melalui pemerintah desa membuat informasi tidak tersampaikan secara utuh ke warga.

“Dulu ada beberapa kesepakatan yang disampaikan kepada masyarakat. Namun sampai sekarang banyak yang belum terlihat realisasinya sehingga menimbulkan tanda tanya,” ujar Fatchullah usai audiensi.

Beberapa poin yang ditagih warga antara lain:

  • Akses jalan menuju Dusun Sidorejo yang belum optimal.
  • Penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
  • Pembangunan sarana olahraga.
  • Program pemberdayaan ekonomi bagi warga desa penyangga.

 

Selain masalah fisik, warga juga melaporkan adanya aktivitas mencurigai yang diduga berkedok usaha spa atau jasa pijat di sekitar kawasan industri. Fatchullah menyebut keresahan warga dipicu oleh aktivitas sejumlah perempuan yang keluar masuk lokasi usaha hingga larut malam.

“Kami belum membawa laporan resmi karena masih perlu pendalaman. Namun, informasi dari masyarakat ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak melanggar norma sosial dan hukum,” tegasnya.

Tanggapan Manajemen KITB

Head of Corporate Communication and Community Development KITB, Tanya Liwail Chamdy, menjelaskan bahwa sebagian besar program yang dituntut warga sebenarnya sedang dalam proses berjalan. Ia mengakui adanya kendala komunikasi yang belum optimal kepada masyarakat.

Terkait akses jalan, Tanya mengklaim jalur menuju Dusun Sidorejo sebenarnya sudah dibangun, namun masih memerlukan pembahasan aspek keamanan sebelum dibuka penuh untuk umum. Mengenai isu prostitusi, manajemen KITB menegaskan sikap nol toleransi.

“Kami meminta masyarakat yang memiliki bukti atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk segera melapor. Kami pastikan akan menindaklanjuti bersama aparat berwenang jika terbukti ada aktivitas ilegal di lingkungan kawasan,” pungkas Tanya.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *