
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah memprioritaskan pelacakan aset (asset tracing) milik PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group. Langkah ini diambil guna memulihkan kerugian para korban dalam kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang melibatkan perusahaan tersebut.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa proses pelacakan tidak hanya menyasar aset perusahaan, tetapi juga harta pribadi direktur utama serta aliran dana yang mengalir ke pihak lain.
“Kami sedang melakukan proses tracing aset terhadap aset-aset yang dimiliki oleh PT tersebut ataupun oleh pemilik, ataupun aliran dana yang mengalir pada pihak-pihak yang lain,” ujar Iman saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/6).
Iman menegaskan bahwa fokus utama dari penyelidikan ini adalah untuk mengembalikan kerugian materiil yang dialami oleh para jemaah dan investor. Polisi berkomitmen mengusut tuntas aliran dana guna memastikan hak-hak korban dapat terpenuhi.
“Hal ini tentunya kami lakukan dalam rangka upaya untuk melakukan pengembalian kerugian yang dialami oleh para korban,” tambahnya.
Polisi Bidik Selebgram dan Influencer
Selain pelacakan aset fisik, penyidik juga mendalami penggunaan dana jemaah yang diduga dialokasikan untuk kegiatan di luar operasional umrah. Salah satu temuan awal menunjukkan adanya aliran dana yang digunakan untuk biaya pemasaran melalui jasa figur publik.
Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa polisi kini membidik sejumlah pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut, termasuk para selebgram ternama yang mempromosikan paket umrah Hanania Group.
“Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing,” jelas Iman.
Dalam waktu dekat, pihak kepolisian dijadwalkan akan memanggil sejumlah selebgram untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan mereka dalam mempromosikan agen travel tersebut. Langkah ini diambil untuk memperjelas sejauh mana peran mereka dalam skema penawaran paket umrah yang berujung pada dugaan penipuan ini.
Kasus PT Khazanah Tamma International (Hanania Group) menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi dan paket umrah dengan harga yang tidak rasional. Pastikan legalitas agen travel melalui kanal resmi Kementerian Agama. (Ant/E-3)
