
NICK Reiner, putra dari sutradara legendaris Amerika Serikat Rob Reiner, menuntut akses ke dana perwalian senilai US$1,5 juta (sekitar Rp24,5 miliar) yang didirikan oleh orangtuanya, yang kini tewas dan menempatkan dirinya sebagai terdakwa utama pembunuhan mereka.
Berdasarkan dokumen pengadilan setebal 136 halaman yang diajukan di Los Angeles pada Senin (8/6), Reiner mengklaim seharusnya sudah mulai menerima uang tersebut dua tahun lalu. Hambatan akses dana ini membuatnya tidak mampu membayar pengacara selebritas mahal yang awalnya mewakili dirinya setelah penangkapan pada Desember lalu.
“Nick mencintai orangtuanya, dan dia sangat terpukul oleh kematian mereka,” bunyi petisi yang diajukan. “Namun fakta tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi pada mereka tidak menjadi persoalan dalam litigasi perwalian ini.”
Pria berusia 32 ans ini ditangkap pada 14 Desember setelah jenazah ayahnya dan ibunya, fotografer Michele Singer Reiner, ditemukan di kediaman mewah mereka di lingkungan Brentwood, Los Angeles. Jaksa menyatakan bahwa Rob Reiner, 79, yang menyutradarai film-film besar seperti “When Harry Met Sally” dan “A Few Good Men”, bersama istrinya, 70, tewas akibat luka tikaman.
Dokumen gugatan menyebutkan dana tersebut adalah satu dari tiga perwalian yang disiapkan untuk anak-anak mereka dengan “instruksi yang jelas” sebagai bagian dari rencana warisan yang dibentuk sejak 1993. Sesuai aturan, Nick Reiner seharusnya menerima setengah dari uang itu saat berusia 30 tahun, dan setengah sisanya lima tahun kemudian. Pengacaranya menegaskan pemberian hak ini bersifat wajib tanpa syarat.
“Itu adalah komitmen dari orangtua Nick, dengan cara paling mengikat yang diizinkan oleh hukum perwalian, bahwa sumber daya ini akan menjadi milik Nick untuk digunakan dan dimanfaatkan olehnya,” tulis petisi tersebut.
Akibat tidak bisa mencairkan dana perwalian, Nick harus melepas pengacara selebritas Alan Jackson karena masalah pembayaran. Nick, yang memiliki riwayat kecanduan, telah menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan tersebut. Ia saat ini masih ditahan dan persidangannya dijadwalkan berlanjut pada September mendatang. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat atau hukuman mati.
Pada bulan April, saudara laki-lakinya, Jake Reiner, sempat menyampaikan penghormatan emosional kepada orang tua mereka.
“Kami kehilangan lebih dari separuh keluarga kami malam itu dengan cara yang paling kejam yang bisa dibayangkan,” tulis Jake Reiner dalam pernyataan publik pertamanya mengenai pembunuhan tersebut. (AFP/Z-2)
