
KETEGANGAN di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan penembakan dua pesawat nirawak (drone) Iran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, Israel melancarkan serangan baru ke sejumlah wilayah di Libanon selatan yang menewaskan tiga personel militer berpangkat tinggi.
Militer AS menyatakan kedua drone tersebut ditembak jatuh karena dianggap mengancam lalu lintas pelayaran internasional di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia itu.
Sementara itu, serangan Israel juga dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina di sebuah kamp pengungsian di Kota Gaza.
Di tengah meningkatnya eskalasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menyampaikan pesan dari Islamabad kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Pakistan kembali menyerukan diakhirinya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Iran menyatakan serangan terbaru yang dilancarkannya ke Bahrain dan Kuwait merupakan respons atas serangan AS terhadap wilayah pesisir Iran. Teheran juga mengkritik Washington yang dinilai tidak menunjukkan kesungguhan untuk meredakan ketegangan.
“Kami mengecam tidak adanya kemauan dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketegangan dan kembali ke jalur stabilitas,” demikian pernyataan pemerintah Iran.
Serangan Berlanjut di Libanon
Menurut kantor berita Libanon, National News Agency (NNA), serangan Israel berlanjut sepanjang malam hingga Minggu (7/6) dini hari. Serangan udara dilaporkan menghantam Kota Qalawiya saat fajar, serta wilayah al-Qatrani, Byblos, dan Rihan di Distrik Jezzine.
Selain itu, Kota Deir Kifa di Distrik Tyre juga menjadi sasaran pengeboman Israel. Sementara wilayah Barashit dan Chaqra mengalami penembakan artileri secara berkala sepanjang malam.
NNA juga melaporkan serangan artileri di kota al-Mansouri dan Bayt al-Sayyad yang berada di Distrik Tyre.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan situasi keamanan kawasan masih jauh dari stabil meskipun sejumlah negara berupaya mendorong jalur diplomasi. Mesir, Yordania, Qatar, dan Arab Saudi telah mengutuk serangan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait, seraya menyerukan penahanan diri dari seluruh pihak guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.
Hingga kini belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan antara Iran, AS, dan Israel, sementara pertempuran di sejumlah front terus berlanjut. (Al-Jazeera/B-3)
