Perwira Tinggi Militer Libanon Tewas akibat Serangan Udara Israel
Seorang Brigadir Jenderal Angkatan Darat Libanon tewas dalam serangan Israel.(Dok. BBC)

SEORANGĀ perwira tinggi Angkatan Darat Libanon berpangkat brigadir jenderal dilaporkan tewas bersama sopirnya dalam serangan udara yang dilancarkan militer Israel di wilayah selatan Libanon, Sabtu (6/6/2026). Insiden mematikan ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang dinilai kian rapuh.

Berdasarkan pernyataan resmi militer Libanon melalui platform X, serangan tersebut menargetkan sebuah kendaraan militer yang sedang melintas di jalan Khardali-Nabatieh. Kantor Berita Nasional Libanon (NNA) mengonfirmasi bahwa kendaraan roda empat yang ditumpangi sang perwira terkena hantaman rudal di jalur Khardali-Jarmaq, wilayah Nabatieh.

Hingga saat ini, pihak militer Libanon belum merinci jumlah total personel yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Namun, laporan awal memastikan kehilangan seorang perwira tinggi merupakan pukulan signifikan bagi militer Libanon di tengah upaya menjaga stabilitas keamanan di perbatasan selatan.

Militer Israel dilaporkan terus melancarkan operasi udara di beberapa titik di Libanon. Tindakan ini tetap berlangsung meskipun kesepakatan gencatan senjata secara teknis masih berlaku. Para diplomat internasional saat ini tengah berupaya keras mempertahankan kesepakatan tersebut guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan keruntuhan total upaya perdamaian.

Data dari pejabat berwenang Libanon menunjukkan dampak kemanusiaan yang sangat besar sejak pecahnya konflik pada 2 Maret. Tercatat lebih dari 3.550 orang telah kehilangan nyawa, sementara lebih dari 10.800 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan Israel di wilayah Libanon.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *