
WILAYAHÂ Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat digemparkan dengan rentetan aksi nekat warga yang mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam kurun waktu satu hari, Kamis (4/6/2026), petugas mengevakuasi tiga jenazah pria dari lokasi berbeda dengan latar belakang berbeda. Beberapa di antaranya diduga berkaitan dengan depresi akibat penyakit menahun.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian tiga kejadian tragis yang terjadi di wilayah Tasikmalaya:
| Waktu Temuan | Identitas Korban | Lokasi Kejadian | Metode/Kondisi |
|---|---|---|---|
| 07.00 WIB | AF (23) | Perlintasan KAI, Ciawi | Ditemukan di bawah perlintasan kereta api. |
| 08.45 WIB | AS (42) | Cicurug, Tawang | Menceburkan diri ke sumur tua. |
| 16.30 WIB | HR (54) | Cigantang, Mangkubumi | Ditemukan di pintu kamar rumah. |
Evakuasi Pertama
Proses evakuasi pertama dilakukan tim SAR gabungan terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PT KAI bersama warga di bawah perlintasan kereta api (KAI) di Kampung Binuang, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi. Seorang pria berinisial AF, 23, warga Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong nekat bunuh diri ditemukan warga sekitar pukul 07.00 WIB.
Dugaan Penyakit Menahun
Sementara itu, Kapolsek Tawang, Iptu Sumarso, menjelaskan bahwa korban AS (42) ditemukan pertama kali oleh warga bernama Ecin (70) saat hendak menimba air. “Saksi melihat benda menyerupai rambut mengambang. Korban diketahui menderita sakit selama 25 tahun yang tidak kunjung sembuh,” ujar Sumarso.
Kondisi serupa dilaporkan oleh Kapolsek Mangkubumi, Iptu Ipan Faisal, terkait penemuan jenazah HR (54). Korban ditemukan oleh istrinya, Cicih (60), dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Berdasarkan keterangan keluarga, HR mengidap penyakit jantung dan lambung kronis.
“Pengobatan yang dilakukan tidak kunjung membuahkan hasil. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai takdir,” tambah Ipan. (AD/I-1)
Informasi Bantuan:
Masalah kesehatan mental dan pikiran untuk bunuh diri adalah kondisi serius. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau fasilitas medis untuk mendapatkan bantuan profesional.
