
PELATIH timnas Oman, Tariq Sektioui, mengusung misi besar dalam laga debutnya. Pelatih asal Maroko tersebut menegaskan ambisinya untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan Oman atas Indonesia yang telah bertahan selama 38 tahun. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung dalam ajang FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6) pukul 20.00 WIB.
“Tentu saja, sudah sangat lama Indonesia tidak menang melawan Oman, dan dari sisi kami, kami akan mencoba untuk memperpanjang periode tersebut,” ujar Sektioui dalam konferensi pers prapertandingan di SUGBK, Kamis (4/6).
Dominasi Oman Sejak 1988
Berdasarkan data sejarah pertemuan, Indonesia sebenarnya sempat mendominasi di awal perjumpaan. Merujuk laman 11v11, skuad Garuda pernah menumbangkan Oman dua kali berturut-turut pada ajang King’s Cup tahun 1987 (2-0) dan 1988 (3-0). Namun, setelah kemenangan di tahun 1988 tersebut, Indonesia belum pernah lagi merasakan manisnya kemenangan atas tim berjuluk Al-Ahmar.
Dalam empat pertemuan terakhir, Indonesia hanya mampu memetik satu hasil imbang dan menelan tiga kekalahan. Pertemuan paling gres terjadi pada 2021, di mana Indonesia yang kala itu sudah ditangani Shin Tae-yong harus menyerah dengan skor 1-3 dalam laga persahabatan.
| Tahun | Ajang | Skor |
|---|---|---|
| 1987 | King’s Cup | Indonesia 2-0 Oman |
| 1988 | King’s Cup | Indonesia 3-0 Oman |
| 2021 | Persahabatan | Indonesia 1-3 Oman |
| *Data mencakup kemenangan bersejarah dan pertemuan terakhir. | ||
Misi Pengembangan Tim
Meski mengincar kemenangan, Sektioui yang sebelumnya menangani tim B timnas Maroko ini menekankan bahwa fokus utamanya adalah progres tim secara kolektif. Laga di Jakarta ini dipandang sebagai batu loncatan penting menuju turnamen besar seperti Piala Negara Teluk, Piala Asia, hingga kualifikasi Piala Dunia mendatang.
“Meskipun ini adalah pertandingan persahabatan, kami akan sangat serius. Kami selalu mencoba untuk menang dan mendapatkan sebanyak mungkin pelajaran dari pertandingan ini,” tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, bek tengah senior Oman, Khalid Al-Braiki, memberikan apresiasi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Pemain berusia 32 tahun itu menyebut Indonesia sebagai “tim modern” setelah mengamati performa skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Kami melihat pertandingan mereka di kualifikasi terakhir dan itu adalah tim yang sangat bagus. Kami memulai babak baru dengan staf teknis baru dan kami percaya akan mencapai hal-hal besar,” kata Al-Braiki.
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim yang sama-sama gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah terhenti di fase yang sama. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk memutus kutukan 38 tahun di hadapan pendukung sendiri di SUGBK. (Ant/Z-1)
