
SEBANYAK 445 orang jemaah haji tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 04 KJT berasal dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keterlambatan perjalanan dan tertunda selama 6 jam. Kejadian tersebut terjadi, Rabu (3/6) dini hari karena ada kendala teknis dan seharusnya pesawat lepas landas sesuai jadwal dari Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa mengatakan, kepulangan pertama bagi 445 jemaah haji tergabung kloter 04 KJT berasal dari Kota Tasikmalaya ada keterlambatan terbang terutamanya kendala teknis dari Arab Saudi. Akan tetapi, keterlambatan tersebut pesawat sempat mengalami masalah teknis yang berkaitan dengan sistem pendingin udara di dalam ruang pesawat.
“Kami menerima laporan kepulangan 445 jemaah haji bersama petugas berasal dari Kota Tasikmalaya pada Rabu (3/6) dini hari ada kendala teknis berkaitan dengan mesin pendingin AC ruangan pesawat yang tidak bisa dioperasikan secara normal. Namun, atas kendala tersebut jemaah haji sempat mengalami situasi cukup melelahkan,” ujar, Husna Mustofa, Kamis (4/6/2026).
Menurut Husna, tertundanya terbang dari Arab Saudi sebagian para jemaah harus mengalami naik turun dari pesawat dua kali pukul 16.00 waktu setempat sebelum akhirnya penerbangan berangkat. Akan tetapi, jadwal keberangkatan semula pukul 18.50 mundur hingga pukul 00.58 waktu setempat.
“Keterlambatan penerbangan kurang lebih 6 jam dan kondisi itu membuat keluarga jemaah di Tanah Air menunggu lebih lama dari perkiraan semula. Namun, kepulangan jemaah haji dari Arab Saudi akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Indonesia setelah masalah teknis berhasil ditangani dan sekarang sudah mengudara,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan pembaharuan jadwal pesawat diperkirakan mendarat di bandara tujuan diperkirakan pukul 16.30 WIB dan rombongan jemaah diprediksi tiba di Tasikmalaya sekitar pukul 23.00 WIB. Akan tetapi, keterlambatan ini menjadi pengingat perjalanan udara jarak jauh tidak hanya bergantung pada jadwal tapi faktor keselamatan.
“Kepulangan para jemaah haji dari Arab Saudi ke Tanah Suci memang untuk mesin pesawat tetap memiliki hak veto menunda perjalanan, ketika aspek keamanan belum sepenuhnya dinyatakan layak. Namun, saat tiba nanti di Kota Tasikmalaya tidak semua jemaah haji langsung pulang ke rumahnya mengingat perjalanan mereka melelahkan setelah tertunda,” pungkasnya. (H-2)
