Waspadai Gangguan Kelopak Mata Anak sejak Lahir, Ini Penjelasan Dokter
Gangguan kelopak mata anak sejak lahir.(Dok. Magnific)

ORANG tua diimbau untuk lebih waspada terhadap gangguan kelopak mata pada anak sejak bayi baru lahir. Deteksi dini sangat krusial agar anak segera mendapatkan perawatan medis yang tepat dan terhindar dari risiko gangguan penglihatan permanen.

Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, Tri Wahyu (Sp.M), menjelaskan bahwa banyak kasus kelainan kelopak mata bersifat kongenital atau bawaan lahir. Namun, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh orang tua dan dibiarkan hingga anak tumbuh besar.

“Banyak kasus kelainan kelopak mata yang sebenarnya muncul sejak lahir, tapi orang tua tidak mengenal ini sebagai suatu kelainan, sehingga dibiarkan saja sampai anak tumbuh besar,” ujar Tri dalam diskusi di Jakarta, Rabu (3/6).

Empat Jenis Gangguan Kelopak Mata Bawaan

Tri memaparkan empat jenis gangguan kelopak mata yang umum terjadi pada anak:

  1. Blepharophimosis: Kondisi mata kecil akibat mutasi gen yang menyebabkan kelopak mata tidak terbuka lebar. Gejalanya meliputi kelopak mata atas dan bawah yang berdekatan, kelopak mata turun (ptosis), serta adanya lipatan kulit di sudut mata dekat hidung.
  2. Epiblefaron: Sering ditemukan pada anak usia 6 tahun hingga remaja, terutama pada ras Asia Timur atau anak dengan obesitas. Kondisi ini ditandai dengan kulit kelopak mata berlebih yang mendorong bulu mata menggesek bola mata, sehingga mata sering merah dan berair.
  3. Ptosis: Kondisi kelopak mata yang turun hingga menghalangi pupil. Jika dibiarkan, ptosis dapat menyebabkan mata malas (ambliopia) atau mata silinder karena tekanan pada kornea. Kondisi ini sering baru disadari saat anak berusia 2-3 tahun.
  4. Koloboma: Kelainan struktur kelopak mata yang dapat disertai kerusakan pada bagian mata lain seperti iris, lensa, hingga saraf optik.

Penanganan Medis

Terkait penanganan, Tri menyebutkan bahwa tidak semua gangguan kelopak mata harus segera dioperasi. Dokter biasanya akan melakukan observasi seiring pertumbuhan tengkorak anak. Namun, jika kelainan tersebut sudah mengancam fungsi penglihatan atau bersifat iritatif, tindakan koreksi melalui operasi akan disarankan.

Khusus untuk kasus ptosis, dokter umumnya menunggu hingga anak berusia 3-4 tahun sebelum melakukan operasi pengangkatan kelopak mata. Hal ini dilakukan untuk menunggu pertumbuhan kelopak mata yang lebih optimal guna hasil koreksi yang lebih baik. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *