
PERKUMPULAN Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) bersama LIMA Events resmi meluncurkan PULDAPII Muslim EduFest di Pondok Pesantren Al Binaa Islamic Boarding School, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/6). Festival tersebut dihadirkan untuk membantu keluarga Muslim menentukan pilihan pendidikan yang sesuai bagi anak sekaligus menjadi wadah bagi lembaga pendidikan Islam menampilkan kualitas dan kontribusinya.
Penyelenggaraan Muslim EduFest berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem pendidikan Islam di Indonesia. Saat ini jumlah pesantren tercatat mencapai 42.400 lembaga, hampir dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu. Selain itu terdapat lebih dari 104.000 Madrasah Diniyah Takmiliyah dan hampir 195.000 Lembaga Pendidikan Al Quran yang aktif.
Meski demikian, penyelenggara menilai pertumbuhan tersebut belum diikuti dengan tersedianya ruang kurasi yang memadai bagi para orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan. Survei Jakpat 2025 terhadap 983 responden menunjukkan 77% orang tua menyoroti aspek akademik, sementara 94% lebih mengkhawatirkan sikap dan adab anak, serta 90% mencemaskan potensi anak mengalami perundungan. Berbeda dengan pameran pendidikan pada umumnya, Muslim EduFest dirancang sebagai ruang pembentukan perspektif.
Pengunjung dapat mengikuti seminar parenting, talkshow pendidikan, konsultasi dengan lembaga pendidikan, showcase program unggulan sekolah Islam dan pesantren modern, serta berbagai aktivitas edukatif keluarga. Festival ini juga menghadirkan konsep roadmap pendidikan yang diharapkan dapat membantu orang tua memahami jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan masa depan anak.
Selain itu, Muslim EduFest menjadi ajang nasional bagi siswa SMP, SMA, dan guru dari lembaga pendidikan Islam, baik anggota maupun nonanggota PULDAPII, untuk berkompetisi dalam berbagai bidang, seperti tahfizh, business plan, karya ilmiah, hingga creative media. Direktur PT Lima Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang bersama bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
“Kolaborasi ini lahir dari satu kegelisahan yang sama, bahwa lembaga pendidikan Islam di Indonesia memiliki potensi luar biasa, tapi selama ini tumbuh sendiri-sendiri tanpa panggung yang cukup besar untuk saling menginspirasi,” ujar Taufik dalam keterangannya.
“Ini bukan sekadar expo, tetapi sebuah gerakan untuk membuktikan bahwa generasi dari pesantren, madrasah, dan sekolah Islam bisa berdiri sejajar, bahkan memimpin, di berbagai bidang,” lanjutnya. Taufik menambahkan Muslim EduFest juga diharapkan dapat memperkuat citra pendidikan Islam sebagai tempat yang mampu melahirkan generasi unggul.
“Kami ingin membalik narasi pendidikan Islam yang selama ini sering defensif. Bahwa siswa yang hafal Al Quran juga bisa merancang business plan yang layak didanai, dan sekolah Islam bukan hanya tempat yang baik untuk akhirat, tapi juga tempat terbaik mempersiapkan generasi yang siap memimpin peradaban,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Departemen Pendidikan PULDAPII, Aminullah Yasin, menilai setiap anak membutuhkan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan karakter dan potensinya.
“Kebingungan Ayah Bunda justru menunjukkan bahwa Ayah Bunda peduli. Tidak ada sekolah yang sempurna untuk semua anak, tetapi selalu ada lingkungan yang lebih sesuai untuk karakter dan potensi masing-masing anak. Karena memilih pendidikan sejatinya bukan memilih gedung atau kurikulum, tetapi memilih lingkungan yang akan ikut membentuk masa depan anak,” tutur Aminullah. (E-4)
