
DALAM semesta One Piece karya Eiichiro Oda, narasi mengenai masa lalu karakter sering kali menjadi fondasi emosional yang kuat bagi perkembangan cerita. Salah satu hubungan yang paling menyentuh hati sekaligus tragis adalah ikatan antara Nico Robin dan Jaguar D. Saul. Kisah mereka bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan titik balik yang menyelamatkan nyawa dan jiwa sang “Anak Iblis” dari keputusasaan total.
Awal Mula Pertemuan di Pesisir Ohara
Pertemuan mereka terjadi di Pulau Ohara, tanah kelahiran Nico Robin. Saat itu, Robin adalah seorang gadis kecil berusia delapan tahun yang kesepian dan dikucilkan karena kemampuan buah iblis Hana Hana no Mi miliknya. Di sisi lain, Jaguar D. Saul adalah seorang mantan Laksamana Madya Angkatan Laut yang terdampar setelah membelot karena menolak perintah eksekusi terhadap para peneliti sejarah.
Saul, seorang raksasa dengan tawa khas “Dereshishishi”, menjadi teman pertama yang benar-benar menerima Robin apa adanya. Di tengah tekanan hidup Robin yang berat, Saul memberikan kehangatan dan perspektif baru tentang dunia di luar Ohara.
Tragedi Buster Call dan Pengorbanan Saul
Puncak dari kisah mereka terjadi saat Pemerintah Dunia meluncurkan Buster Call ke Ohara untuk memusnahkan para arkeolog yang mempelajari Poneglyph. Saul, yang menyadari bahaya besar yang mengancam Robin, berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya.
Dalam momen-momen terakhirnya sebelum dibekukan oleh kekuatan Ice Time milik Laksamana Madya Kuzan (Aokiji), Saul memberikan pesan yang menjadi pegangan hidup Robin selama puluhan tahun. Ia meyakinkan Robin bahwa “Laut itu luas” dan suatu hari nanti, Robin pasti akan menemukan teman-teman yang akan melindunginya.
Pesan Ikonik Jaguar D. Saul:
“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dilahirkan untuk sendirian! Pergilah ke laut, Robin! Teman-temanmu sedang menunggumu di suatu tempat!”
Warisan Tawa “Dereshishishi”
Salah satu warisan paling berkesan dari Saul kepada Robin adalah ajaran untuk tertawa di saat sedih. Saul mengajari Robin tawa “Dereshishishi” sebagai cara untuk menghadapi penderitaan. Meskipun Robin tumbuh dalam pelarian yang gelap, semangat dari Saul tetap hidup di dalam dirinya hingga ia akhirnya menemukan kru Topi Jerami, keluarga yang dijanjikan oleh Saul.
Bagi para penggemar One Piece, misteri mengenai nasib Saul sempat menjadi perdebatan panjang. Dalam Arc Egghead, terungkap informasi krusial bahwa Saul kemungkinan besar selamat dari insiden Ohara. Ia dikabarkan bersembunyi di Elbaf dan berhasil menyelamatkan buku-buku berharga dari perpustakaan Ohara yang tenggelam di danau. Hal ini menambah kedalaman baru pada hubungan mereka, memberikan harapan bahwa reuni antara Robin dan penyelamatnya mungkin akan terjadi di masa depan.
Kisah Nico Robin dan Jaguar D. Saul adalah pengingat bahwa persahabatan sejati dapat melampaui perbedaan ras, usia, dan status sosial. Tanpa pengorbanan Saul, dunia tidak akan pernah mengenal Nico Robin sebagai arkeolog hebat yang akan mengungkap sejarah dunia yang hilang. (Z-4)
