Seskab Teddy Jawab Kritik Dino Patti Djalal Soal Lawatan Luar Negeri Presiden
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan terkait isu-isu terkini, di Jakarta, Senin (1/6/2026).(Instagram/@sekretariat.kabinet)

SEKRETARIS Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan jawaban komprehensif atas kritik yang dilayangkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Teddy menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap masukan, namun meminta agar kritik tersebut tidak mengaburkan capaian nyata diplomasi Indonesia di kancah global.

Dalam tayangan resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6), Teddy merespons delapan poin keberatan yang disampaikan Dino melalui media sosial. Salah satu poin krusial yang diklarifikasi adalah mengenai anggaran perjalanan dinas yang dianggap besar.

Klarifikasi Anggaran: “Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” tegas Seskab Teddy.

Efisiensi Rombongan dan Diplomasi Personal

Menjawab sorotan mengenai jumlah delegasi, Teddy mengungkapkan bahwa di era Presiden Prabowo, jumlah rombongan justru dipangkas secara signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya. Jika dulu satu kali kunjungan bisa membawa lebih dari 120 orang, kini jumlahnya dibatasi maksimal 50 hingga 60 orang saja.

Teddy juga menjelaskan bahwa gaya diplomasi Presiden Prabowo menitikberatkan pada personal touch atau kedekatan emosional antarpemimpin dunia. Hal ini dianggap vital mengingat Prabowo menjabat di tengah situasi global yang penuh krisis, mulai dari konflik Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah.

“Kita harus panen hubungan yang baik. Bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan, dan begitu pula sebaliknya. Jadi, salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan atau seremonial,” lanjutnya.

Tabel: Poin Jawaban Seskab Teddy terhadap Kritik Dino Patti Djalal








Aspek Kritik Penjelasan Seskab Teddy
Biaya Perjalanan Kelebihan anggaran ditanggung pribadi oleh Presiden Prabowo.
Jumlah Rombongan Dipangkas lebih dari separuh (maksimal 50-60 orang).
Jadwal Kunjungan Terbagi antara jadwal tahunan (KTT) dan jadwal mendesak (dinamika global).
Metode Diplomasi Mengedepankan kedekatan personal dan kepercayaan antarpemimpin.

Terkait usulan transparansi jadwal yang diminta Dino, Teddy menjelaskan bahwa agenda kepresidenan sangat dinamis. Selain agenda rutin seperti KTT ASEAN, G20, dan APEC, terdapat kunjungan yang bersifat mendesak sesuai kebutuhan nasional dan situasi geopolitik yang berubah setiap hari. Keputusan mengenai prioritas pertemuan berada sepenuhnya di tangan Presiden bersama Menteri Luar Negeri Sugiono.

Di akhir penjelasannya, Teddy mengapresiasi kecermatan Dino Patti Djalal dalam memberikan masukan, namun ia mengingatkan pentingnya melihat hasil nyata yang telah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir bagi posisi tawar Indonesia di mata dunia. (Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *