
SEBLAK menjadi salah satu makanan pedas favorit anak muda di Indonesia. Cita rasa gurih dengan level kepedasan tinggi membuat makanan ini digemari banyak orang. Namun belakangan muncul anggapan di media sosial bahwa terlalu sering makan seblak dapat menyebabkan kista ovarium pada perempuan. Benarkah demikian?
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau obgyn menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan seblak secara langsung menyebabkan kista ovarium. Kista ovarium sendiri merupakan kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium dan cukup umum dialami perempuan usia reproduktif.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian besar kista ovarium bersifat fungsional dan muncul akibat proses ovulasi normal. Banyak kasus bahkan dapat hilang sendiri tanpa pengobatan khusus.
Meski demikian, pola makan tetap memiliki pengaruh terhadap kesehatan hormonal dan metabolik tubuh. Konsumsi makanan tinggi lemak, garam, gula, serta makanan ultra-proses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan peradangan yang berhubungan dengan gangguan hormon tertentu.
Seblak yang dikonsumsi berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan lain, terutama gangguan pencernaan. Kandungan cabai, sodium tinggi, minyak, dan bahan tambahan dalam beberapa produk instan dapat menyebabkan iritasi lambung, asam lambung naik, hingga gangguan usus pada sebagian orang.
Dokter kandungan menjelaskan bahwa beberapa kondisi seperti sindrom ovarium polikistik atau PCOS memang berkaitan dengan resistensi insulin dan gangguan metabolik. Namun kondisi tersebut tidak muncul hanya karena satu jenis makanan tertentu.
Para ahli kesehatan menegaskan tidak ada makanan tunggal yang secara langsung memicu kista ovarium. Faktor hormonal, genetik, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu lebih berperan dalam pembentukan kista maupun gangguan reproduksi lainnya.
Gejala kista ovarium sendiri dapat berupa nyeri panggul, menstruasi tidak teratur, perut terasa penuh, atau nyeri saat beraktivitas tertentu. Namun banyak penderita juga tidak merasakan gejala apa pun hingga kista ditemukan saat pemeriksaan USG.
Para ahli menyarankan masyarakat tidak mudah percaya pada informasi kesehatan yang belum terbukti secara medis. Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah paling aman jika mengalami gangguan reproduksi atau keluhan kesehatan tertentu.
Meski seblak tidak terbukti langsung memicu kista ovarium, konsumsi makanan pedas dan tinggi sodium secara berlebihan tetap sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pola makan seimbang, olahraga rutin, dan tidur cukup dinilai lebih berpengaruh dalam menjaga kesehatan hormonal perempuan. (Apuan Iskandar/E-4)
