
MENANDAI satu dekade perjalanannya, Nyalanesia resmi meluncurkan NyalaApps dalam perhelatan puncak Festival Literasi Nasional (FLN) 2026. Peluncuran platform ekosistem literasi terpadu ini berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Solo Paragon, Surakarta, Sabtu (23/5), dengan mengusung tema besar “10 Tahun Bergerak, Terbitkan Dampak”.
NyalaApps hadir sebagai solusi digital untuk memperkuat akses sekolah, guru, siswa, hingga masyarakat umum terhadap berbagai program literasi. Platform ini mengintegrasikan layanan pembelajaran, pengkaryaan, pelatihan, penerbitan, hingga apresiasi dalam satu pintu yang lebih terhubung dan berkelanjutan.
Literasi sebagai Jalan Membaca Dunia
Managing Director Nyalanesia, Khabib Bima Setiawan, dalam laporan dampaknya menekankan bahwa tantangan pendidikan di era arus informasi cepat menuntut kemampuan berpikir yang lebih kokoh. Menurutnya, literasi tidak boleh lagi hanya dimaknai sebatas kemampuan membaca teks.
“Tugas pendidikan hari ini bukan sekadar membuat anak bisa menjawab soal, tetapi membantu mereka membaca masalah, mengolah informasi, mengambil keputusan, dan melahirkan dampak nyata. Literasi adalah kemampuan membaca dunia, peluang, dan masa depan,” tegas Khabib.
Selama sepuluh tahun berkiprah, Nyalanesia telah mencatatkan angka pertumbuhan yang signifikan dalam ekosistem literasi nasional. Berikut adalah data capaian satu dekade Nyalanesia:
| Kategori Capaian | Jumlah / Nilai |
|---|---|
| Penerima Manfaat (Siswa, Guru, Masyarakat) | > 550.000 Orang |
| Pelatihan Literasi & Kompetensi | > 500.000 Sesi |
| Buku yang Diterbitkan | > 7.300 Judul |
| Mitra Strategis (Sekolah, Lembaga, Perusahaan) | > 5.000 Institusi |
| Dana Pemberdayaan Tersalurkan | > Rp5 Miliar |
Menumbuhkan Kesadaran dari Bawah
Founder Nyalanesia, Lenang Manggala, menyoroti bahwa keberhasilan gerakan literasi paling nyata terlihat dari lahirnya generasi yang kritis. Ia mencontohkan Kirana Anisa, siswi SMP berusia 13 tahun yang karyanya mencerminkan kepekaan sosial dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills).
“Kita tidak hanya melahirkan output berupa buku. Yang kita tumbuhkan adalah anak-anak yang mampu membaca realitas dan berani menyuarakan kepedulian melalui karya,” ujar Lenang. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memulai perubahan dari akar rumput jika jalur birokrasi terasa sulit.
Dukungan Tokoh Nasional
Apresiasi terhadap FLN 2026 datang dari berbagai tokoh nasional. Anies Baswedan, melalui pesan video, memuji kolaborasi antara Nyalanesia dengan Pemerintah Kota Surakarta sebagai ruang inspiratif untuk mempererat kolaborasi pendidikan.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, mengingatkan bahwa bangsa yang besar dibangun melalui kekuatan cerita dan imajinasi. “Mari jadikan media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi ruang menyebarkan pengetahuan dan inspirasi yang bermanfaat,” pesan Giring.
Inspirasi melalui NyalaTalks
Rangkaian FLN 2026 juga dimeriahkan oleh sesi NyalaTalks. Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mengajak peserta untuk meninggalkan jejak gagasan melalui karya yang abadi. Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, berbagi refleksi kepemimpinan melalui filosofi Jawa “jupuk iwak ora buthek banyune”—mengambil keputusan bijak tanpa menimbulkan kegaduhan.
Dengan peluncuran NyalaApps, Nyalanesia menegaskan komitmennya untuk terus menyalakan masa depan pendidikan Indonesia melalui ekosistem literasi yang berkelanjutan, relevan, dan berdampak luas bagi generasi mendatang. (Z-1)
