
PERKEMBANGAN digital marketing di Indonesia terus bergerak cepat. Perusahaan kini tidak hanya dituntut untuk hadir di berbagai kanal digital, tetapi juga perlu mampu mengelola data, kampanye, tim, keamanan, dan operasional bisnis secara lebih terstruktur.
Di tengah perubahan tersebut, banyak bisnis menghadapi tantangan baru. Strategi marketing yang kreatif sering kali tidak cukup jika sistem kerja di belakangnya masih berjalan secara manual, data tersebar di berbagai platform, proses persetujuan lambat, koordinasi antartim kurang sinkron, dan pengelolaan keamanan digital belum optimal.
Kondisi ini semakin relevan seiring dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), teknologi marketing, dan otomatisasi dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Perusahaan membutuhkan fondasi teknologi yang tidak hanya mendukung kecepatan kerja, tetapi juga membantu memastikan proses bisnis berjalan lebih terstruktur, terintegrasi, dan mudah dipantau.
Merespons kebutuhan tersebut, Virtuenet by Prasetia akan berpartisipasi dalam Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 yang diselenggarakan pada 4–5 Juni 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam kegiatan ini, perusahaan akan menghadirkan sejumlah solusi teknologi bisnis yang berfokus pada efisiensi kerja, keamanan digital, pengelolaan operasional, dan perencanaan bisnis berbasis data.
Perusahaan memandang bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi baru, tetapi juga mencakup bagaimana sistem kerja dibangun agar saling terhubung, mudah digunakan, dan mendukung kebutuhan operasional jangka panjang.
Dalam partisipasinya di IDMC 2026, sejumlah solusi yang akan ditampilkan antara lain Lark, SealSuite, NetSuite, Jedox, dan Nextura.
Lark merupakan platform kolaborasi kerja yang mengintegrasikan komunikasi, dokumen, rapat, persetujuan, pengelolaan tugas, dan alur kerja dalam satu sistem. Pendekatan ini memungkinkan aktivitas tim dilakukan tanpa harus berpindah antaraplikasi secara terpisah.
Selain itu, NetSuite diperkenalkan sebagai solusi ERP cloud yang membantu perusahaan mengelola proses bisnis inti seperti keuangan, inventori, pengadaan, penjualan, dan operasional dalam satu sistem terintegrasi. Solusi ini mendukung perusahaan dalam memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap performa bisnis.
Virtuenet by Prasetia juga menghadirkan Jedox untuk mendukung kebutuhan budgeting, forecasting, financial planning, dan business performance management berbasis data. Sementara itu, Nextura juga diperkenalkan sebagai salah satu solusi yang mendukung transformasi digital perusahaan, terutama dalam meningkatkan efektivitas sistem kerja dan kesiapan operasional untuk pertumbuhan bisnis.
“Melalui keikutsertaan dalam IDMC 2026, kami melihat bahwa pertumbuhan bisnis digital tidak hanya bergantung pada strategi marketing, tetapi juga pada kesiapan sistem, keamanan, workflow, dan pengelolaan data yang mendukung operasional perusahaan,” ujar Reza Effendi, General Manager Virtuenet by Prasetia dalam keterangan resminya.
Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 merupakan ajang yang mempertemukan para profesional digital, brand, agency, kreator, komunitas, dan penyedia teknologi dalam satu ekosistem. Event ini mengusung tema Move, Adapt, Play.
Berdasarkan proposal penyelenggara, IDMC 2026 menargetkan lebih dari 5.000 peserta, 50 pembicara, 200 brand, 15 workshop, 100 komunitas, Top 200 affiliate, serta lebih dari 100 booth pameran teknologi marketing.
Profil pengunjung IDMC 2026 mencakup berbagai kalangan seperti internet marketer, digital agency, advertiser, brand owner, affiliator, reseller, AI & MarTech enthusiast, content creator, influencer, trainer, dan konsultan.
Partisipasi Virtuenet by Prasetia di IDMC 2026 merupakan bagian dari keterlibatan perusahaan dalam mendukung perkembangan ekosistem digital yang semakin kompleks, khususnya dalam hal sistem kerja, keamanan, dan pengelolaan data dalam operasional bisnis. (Ins/E-1)
