
FILM terbaru bertajuk Nobody Loves Kay hadir bukan sekadar sebagai tontonan hiburan, melainkan sebagai medium refleksi bagi hubungan keluarga di Indonesia. Para pemeran utamanya berharap karya ini mampu membuka ruang dialog yang lebih sehat antara generasi muda dan orangtua, terutama dalam menyikapi perbedaan pandangan mengenai mimpi dan pilihan hidup.
Mantan anggota JKT48, Nurhayati, yang akrab disapa Ayastrophile, mengungkapkan bahwa film ini dirancang untuk menjadi jembatan pemahaman lintas generasi.
Menurutnya, sering kali terjadi jurang pemisah ketika seorang anak memiliki impian yang dianggap tidak realistis oleh orangtua, terutama jika berkaitan dengan profesi-profesi baru di era digital.
“Kalau anak punya mimpi jangan langsung dihakimi, tapi orangtua mungkin bisa ikut memahami dan memonitor,” ujar Nurhayati, dikutip Kamis (28/5).
Bukan Mencari Siapa yang Salah
Senada dengan Nurhayati, aktor muda Bima Azriel menegaskan bahwa narasi dalam Nobody Loves Kay tidak bertujuan untuk menyudutkan salah satu pihak. Film ini mencoba memotret realitas kekhawatiran orang tua sebagai sesuatu yang manusiawi, namun perlu dikomunikasikan dengan cara yang tepat.
Bima menilai, ketakutan orang tua biasanya muncul karena ketidaktahuan terhadap prospek profesi yang dipilih anak. Oleh karena itu, kunci utama yang ditawarkan film ini adalah keberanian untuk memulai percakapan yang jujur di dalam rumah.
“Sebagai anak harus berani ngobrol soal mimpinya, sementara orang tua juga lebih terbuka untuk mendengarkan dan ikut mendukung. Jadi bukan cuma dilepas begitu saja atau langsung dilarang, tapi sama-sama saling dukung,” tutur Bima.
Pesan Utama Pemain Film Nobody Loves Kay
| Pemeran | Pesan Utama | Harapan untuk Keluarga |
|---|---|---|
| Nurhayati (Ayastrophile) | Menghindari penghakiman terhadap mimpi anak. | Orangtua berperan memonitor dan memahami profesi baru. |
| Bima Azriel | Film tidak memihak atau menyalahkan salah satu pihak. | Mendorong komunikasi dua arah dan dukungan timbal balik. |
Melalui kolaborasi peran ini, Nobody Loves Kay diharapkan dapat membantu anak-anak muda menjalani proses meraih cita-cita secara lebih terarah dengan restu dan dukungan penuh dari orang tua, tanpa harus merasa tertekan oleh ekspektasi yang kaku. (Ant/Z-1)
