
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan insentif penulis bukan sekadar stimulus fiskal biasa, melainkan investasi strategis sebagai modal pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan literasi dan produksi karya tulis ilmiah maupun fiksi.
Ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5), Purbaya menjelaskan bahwa populasi penulis di Indonesia saat ini masih tergolong minim, khususnya di bidang ilmiah. Dengan adanya keringanan pajak, pemerintah ingin menciptakan ekosistem yang merangsang masyarakat untuk lebih produktif menulis dan menerbitkan buku.
“Dampaknya ke pertumbuhan ekonomi tidak jangka pendek, tapi jangka panjang. Mungkin setelah bukunya terbit satu atau dua tahun, pembacanya menjadi lebih pintar. Ini adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Purbaya.
Variasi Bacaan dan Literasi Kredibel
Menkeu menambahkan bahwa potongan pajak penulis ini bertujuan agar bahan bacaan di Indonesia menjadi lebih bervariasi. Kehadiran referensi informasi yang kredibel sangat krusial di tengah derasnya arus informasi media sosial yang sering kali belum terverifikasi.
“Intinya agar penulis Indonesia lebih aktif berkarya karena beban pajaknya lebih rendah,” imbuhnya. Pemerintah sendiri telah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang mencakup insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen khusus untuk profesi penulis.
IImplementasi Janji Kampanye
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa insentif bagi penulis ini merupakan wujud implementasi dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Selain sektor literasi, pemerintah juga menggulirkan stimulus di sektor transportasi berupa diskon tiket udara dan darat untuk periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Airlangga optimistis rangkaian kebijakan ini, termasuk program magang dan vokasi nasional, akan menjadi motor penggerak ekonomi yang signifikan. “Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus kuat pada kuartal II tahun ini,” pungkasnya. (Ant/H-3)
