
SATU hari menjelang Idul Adha 1447 H, harga sapi jantan di Pasar Hewan Ingon-ingon Ciwareng, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan. Tercatat, kenaikan harga mencapai rata-rata Rp3 juta per ekor akibat tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (26/5/2026), sapi lokal tetap menjadi primadona bagi warga yang ingin berkurban. Selain kenaikan harga, volume transaksi di pasar ini juga meningkat antara 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.
Untuk sapi layak kurban yang sebelumnya dibanderol Rp21 juta, kini harganya melonjak menjadi Rp23 juta per ekor. Sementara itu, sapi yang sebelumnya seharga Rp23 juta kini menembus angka Rp26 juta. Untuk kelas premium, harga sapi di pasar ini terpantau berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 juta per ekor.
Keluhan Pembeli: “Harganya melonjak jauh, naik lebih dari Rp1 juta hanya dalam satu minggu. Kemarin saya masih bisa dapat Rp21,5 juta, sekarang harus Rp23 juta. Barangnya kurang, jadi tidak banyak pilihan,” ujar Odang, salah seorang pembeli di lokasi.
Kenaikan harga ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal Mei 2026 atau memasuki bulan haji. Namun, lonjakan paling tajam terjadi saat mendekati hari raya. Abdul Azis, salah seorang pedagang sapi, menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan siklus tahunan.
“Kenaikan harga sapi sekarang antara Rp2 juta sampai Rp3 juta. Sapi jenis Pedon yang biasa saya jual Rp30 juta, sekarang harus Rp33 juta. Pasokan dari Jawa Timur berkurang menjelang kurban, sementara peminat sangat banyak,” jelas Azis. Ia mengaku telah menjual sedikitnya 250 ekor sapi dalam satu bulan terakhir.
Petugas pasar hewan setempat mengonfirmasi bahwa meskipun harga melambung, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hal ini terlihat dari kenaikan transaksi yang mencapai 20 persen, baik untuk keperluan ibadah kurban maupun kebutuhan konsumsi lainnya di wilayah Purwakarta dan sekitarnya.
