
PERUBAHAN gaya hidup membuat cara masyarakat memilih rumah ikut bergeser. Hunian kini tidak hanya dilihat sebagai aset jangka panjang, tetapi juga sebagai ruang hidup yang nyaman, fungsional, dan mampu mengikuti kebutuhan sehari-hari.
Sales & Marketing Department Head Sedayu City, Fredy Siswoyo, mengatakan calon pembeli semakin mempertimbangkan aspek emosional, fungsi ruang, dan detail desain sebelum membeli rumah.
“Banyak calon pembeli tidak lagi hanya melihat potensi nilai investasi, tetapi juga bagaimana rumah dapat menunjang kualitas hidup dalam jangka panjang,” ujar Fredy, pada Media Indonesia, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, fenomena ini terutama terlihat pada generasi muda dan pembeli rumah pertama. Mereka menginginkan hunian yang dapat mendukung berbagai aktivitas, mulai dari bekerja dari rumah, berkumpul bersama keluarga, hingga beristirahat dengan nyaman.
Menurut Fredy, media sosial turut memperkuat perubahan tersebut. Berbagai platform digital menjadi sumber inspirasi pembeli dalam menentukan gaya hunian, seperti dapur multifungsi, ruang penyimpanan efisien, hingga tata ruang yang fleksibel.
Selain desain, lingkungan tempat tinggal juga menjadi faktor penting. Kawasan hunian dengan fasilitas terintegrasi, seperti ruang rekreasi, area kuliner, dan ruang terbuka, dinilai lebih mampu mendukung gaya hidup yang seimbang.
Fredy menilai tren ini menunjukkan bahwa rumah semakin dipandang sebagai bagian dari ekosistem kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tempat tinggal atau instrumen investasi.
“Rumah kini menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup yang mendukung kenyamanan sehari-hari,” katanya.
