Standar Keamanan Pangan Perlu Diperkuat
Tata kelola program makan bergizi dinilai penting untuk menjaga kualitas pangan.(Antara)

ASOSIASI Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) mendorong penguatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sejumlah langkah strategis. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, serta perlindungan kesehatan anak dapat terus terjaga.

Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras mengatakan, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG perlu dilakukan agar program tersebut semakin efektif, transparan, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.

Menurut Rivai, pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peluang besar untuk memperkuat tata kelola program melalui audit dan evaluasi total, baik dari sisi anggaran maupun operasional dapur atau Satuan Pelayanan MBG.

“Evaluasi menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan program ini benar-benar berorientasi pada siswa, bukan sekadar proyek,” ujar Rivai saat ditemui di ruang kerjanya di Jakarta Timur, Jumat (23/5).

Rivai juga menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai pengawasan terhadap sanitasi, sterilisasi alat, serta proses pengolahan makanan perlu terus ditingkatkan agar kualitas makanan yang diterima siswa tetap aman dan layak konsumsi.

“Pemerintah harus mengambil langkah cepat memperketat pengawasan sanitasi, sterilisasi alat, dan proses pengolahan makanan,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan di lapangan, APPMBGI mengusulkan agar sekolah diberikan peran lebih besar dalam menjaga kualitas makanan. Rivai menilai pihak sekolah perlu memiliki kewenangan untuk menolak atau mengembalikan makanan apabila dinilai tidak layak konsumsi.

“BGN dapat memberikan wewenang dan keberanian kepada pihak sekolah untuk mengembalikan atau menolak makanan jika dinilai tidak layak, basi, atau tidak higienis saat diterima,” ujarnya.

Selain itu, APPMBGI mendorong pelibatan tenaga gizi lokal, asosiasi terkait, serta lembaga sertifikasi yang kredibel untuk memperkuat sistem pengawasan mutu makanan. Pelibatan berbagai pihak tersebut dinilai dapat membuat pengawasan program lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Rivai menambahkan, keterbukaan informasi kepada publik juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Menurutnya, penyampaian hasil evaluasi, investigasi, serta langkah mitigasi secara terbuka dapat menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menjaga kualitas program.

“Penyelenggara diharapkan lebih terbuka mengenai hasil investigasi dan mitigasi penanganan kasus agar kepercayaan masyarakat kembali pulih,” katanya.

Rivai menegaskan, berbagai langkah strategis tersebut merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan asosiasi untuk memastikan program MBG berjalan semakin baik. Dengan tata kelola yang kuat, program ini diharapkan dapat terus mendukung pemenuhan gizi anak, menjaga kualitas produk, serta memastikan keberlanjutan manfaat bagi para siswa. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *