
PELATIH SS Lazio, Maurizio Sarri, memberikan sinyal kuat ia akan meminta pemutusan kontrak dengan pihak klub dalam waktu dekat. Kendati merasa kecewa karena suaranya tidak lagi didengar oleh manajemen Lazio sepanjang musim ini, Sarri tetap menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya.
Isyarat hengkang tersebut disampaikan Sarri seusai laga pamungkas Serie A, di mana Lazio sukses memetik kemenangan tipis 2-1 atas Pisa. Dalam laga tersebut, The Aquile sempat tertinggal lebih dulu akibat gol sundulan Stefano Moreo, sebelum akhirnya bangkit membalikkan kedudukan lewat aksi Fisayo Dele-Bashiru dan Pedro Rodríguez.
“Saya berterima kasih kepada para pemain untuk musim yang melelahkan ini, karena meskipun kami melakukan kesalahan dalam beberapa pertandingan, kami tidak pernah menyerah,” ujar Maurizio Sarri kepada Sky Sport Italia. “Saya katakan kepada mereka bahwa mereka mungkin bukan tim yang paling berbakat secara teknis, tetapi mereka mungkin adalah tim dengan nilai-nilai moral terbesar yang pernah saya latih. Musim ini bisa saja berjalan jauh, jauh lebih buruk.”
Kemenangan di laga penutup ini menempatkan Lazio di peringkat kesembilan klasemen akhir Serie A. Hasil ini membuat mereka gagal menembus zona kompetisi Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun, meskipun mereka sempat melaju hingga babak final Coppa Italia sebelum akhirnya takluk 2-0 dari Inter Milan.
Berdasarkan rumor yang beredar, laga kontra Pisa disinyalir menjadi pertandingan terakhir pelatih berusia 67 tahun tersebut bersama Lazio. Ia bahkan dikaitkan bakal menukangi Atalanta untuk musim depan. Menanggapi kabar tersebut, Sarri mengaku masih harus mengevaluasi posisinya.
“Saya tidak tahu, karena saya masih terikat kontrak, jadi kami akan mengevaluasi segalanya selama beberapa hari dan minggu ke depan,” kata Sarri. “Saya tidak terlalu senang, karena musim ini saya merasa bahwa saya tidak didengar. Ada sebuah kontrak, jadi kita lihat saja nanti.”
Frustrasi Sarri terhadap hierarki manajemen Lazio memang bukan rahasia lagi. Mulai dari masalah embargo transfer, ketidaksetujuan atas penjualan pemain, hingga aksi boikot laga kandang oleh para suporter setia mewarnai perjalanan sulit sang pelatih musim ini.
“Ini adalah cerita panjang untuk dibahas, dan saya pikir saya harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan klub secara langsung, tatap muka,” tambah sang pelatih. “Tahun seperti ini memberikan banyak pelajaran. Meski begitu, ini akan lebih baik untuk pelatih berusia 40-an daripada saya, tetapi ini mengajarkan Anda banyak hal.”
Ketika disinggung mengenai peluang kembali ke mantan klubnya seiring adanya ketertarikan dari Napoli, Sarri memilih untuk bersikap diplomatis.
“Saya tidak tahu. Saya memiliki kontrak di sini, jadi sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan jenis ini. Jika saya tidak memiliki kontrak dalam beberapa hari ke depan, barulah kita bisa bicara,” tutup Sarri. (football-Italia/Z-2)
