Polemik Lokasi Munas Himpunan Pengusaha Menguat
Polemik tempat Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kian memanas.(Dok. Hipmi)

PERDEBATAN terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kian memanas. Di tengah proses tersebut, muncul sejumlah narasi dari beberapa kandidat yang dinilai belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tiga dari empat calon ketua umum (caketum) Hipmi diketahui menyatakan keberatan apabila Munas XVIII digelar di Lampung. Mereka menilai ada persoalan mengenai netralitas serta kepatuhan terhadap mekanisme organisasi dalam penentuan lokasi acara.

Di sisi lain, beredar informasi yang menyebut sebanyak 50 plus 1 Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi menolak penyelenggaraan Munas di Lampung. Namun, kabar tersebut dibantah oleh Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf.

“Itu tidak benar, dan menyesatkan,” tegas Ahmad menanggapi isu yang berkembang dikutip pada Sabtu (23/5). 

Menurut Ahmad, dalam Sidang Dewan Pleno (SDP) Hipmi 2026 yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Minggu (15/2), seluruh peserta forum telah menyerahkan keputusan lokasi Munas XVIII kepada Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Akbar Himawan Buchari.

“Saat itu, kami yang mengikuti SDP sepakat bahwa penentuan lokasi Munas diserahkan kepada Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari. Kemudian OC dan SC menyepakati bahwa Munas akan berlangsung di Lampung,” urainya.

Ahmad juga menyebut keputusan tersebut masih menjadi kesepakatan hingga sehari sebelum debat kandidat digelar. Hal itu dibahas kembali dalam pertemuan para Ketua Umum BPD di Bali pada Jumat (22/5).

“Kenyataannya, saat Forum Ketum BPD, mayoritas menyepakati dan menyerahkan kepada Ketum Akbar terkait tuan rumah munas. Terkait 50 plus 1 itu tidak benar, karena saya ada di forum itu,” katanya.

Sementara itu, tahapan Munas XVIII Hipmi saat ini telah memasuki agenda Debat Kandidat Kedua yang berlangsung di Bali, Sabtu (23/5/2026). Pada awal acara, debat berjalan relatif lancar meskipun sempat diwarnai ketegangan antarpedukung kandidat.

Situasi memanas ketika sesi debat terbuka antarcalon ketua umum dimulai. Calon Ketua Umum nomor urut 1 Reynaldo Bryan, nomor urut 3 Afifuddin Kalla, dan nomor urut 4 Anthony Leong memilih meninggalkan forum atau walk out.

Ketiganya menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sejumlah BPD yang tidak menginginkan Munas XVIII Hipmi digelar di Lampung. Akibatnya, rangkaian debat berakhir lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *