
PENYEBARAN wabah Hantavirus dilaporkan tengah menyerang personel militer Angkatan Bersenjata Ukraina yang bertugas di wilayah Sumy. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh lembaga penegak hukum Rusia berdasarkan laporan yang dihimpun dari sumber medis di lapangan.
Melansir pemberitaan RIA Novosti pada Senin (18/5/2026), seorang dokter asal Kiev, Irina Semenova, menyatakan bahwa virus hanta tersebut telah tersebar luas di kalangan tentara Ukraina yang berada di sektor garis depan wilayah Sumy.
Penyebab dan Kondisi
Menurut keterangan medis, penyebaran hantavirus tersebut dipicu oleh kondisi lingkungan yang sangat buruk di zona konflik. Faktor utama yang berkontribusi terhadap wabah ini meliputi populasi tikus yang tidak terkendali, kondisi sanitasi yang tidak higienis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh para personel militer akibat tekanan di medan perang.
Selain di wilayah Sumy, lembaga penegak hukum Rusia sebelumnya juga melaporkan kepada RIA Novosti bahwa unit penjaga perbatasan Ukraina di wilayah Chernigov terus mengalami penurunan jumlah personel efektif akibat infeksi Hantavirus yang serupa.
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia melalui kontak langsung, air liur, urin, atau kotoran hewan tersebut. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan kondisi medis serius.
Dampak pada Kekuatan Militer
Kondisi di sektor garis depan Ukraina yang kini menjadi sarang tikus disebut-sebut mempercepat transmisi virus dari hewan ke manusia. Penurunan imunitas prajurit akibat kelelahan ekstrem membuat infeksi virus ini menjadi lebih fatal dan cepat menyebar di dalam barak maupun parit pertahanan.
Hingga berita ini diturunkan, laporan mengenai skala pasti jumlah korban infeksi hantavirus di kalangan militer Ukraina masih terus divalidasi oleh pihak-pihak terkait, mengingat akses informasi yang terbatas di wilayah konflik aktif tersebut. (Ant/H-3)
