RW Kumuh Turun, Pramono : Peran Puskesmas Pembantu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI/M Farhan Zhuhri)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta salah satunya berhasil akibat penataan puskesmas. Ia menyebut, keberadaan puskesmas pembantu akan menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan kembali angka kawasan kumuh di Jakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya mencapai 445 RW, kini tersisa 211 RW kumuh yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta.

“Kita ketahui kemarin Badan Pusat Statistik sudah mengumumkan RW kumuh di Jakarta menurun secara drastis dari 445 menjadi 211,” ujar Pramono di Jakarta Barat, Senin (18/5).

Pramono menilai, fasilitas kesehatan tingkat lingkungan memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas hidup warga di kawasan padat dan rentan.

Kehadiran layanan kesehatan yang mudah dijangkau diyakini dapat membantu menekan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di wilayah kumuh.

“Maka puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta,” katanya.

Penanganan RW kumuh, lanjut dia, bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut akses layanan dasar masyarakat.

“Saya ingin Jakarta tentunya semakin baik, semakin bersih, dan mudah-mudahan persoalan RW kumuhnya juga semakin kecil,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Pramono meresmikan gedung baru Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5).

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II melayani sekitar 20.113 jiwa dengan rata-rata kunjungan 80 hingga 100 pasien per hari pada 2025.

“Puskesmas ini setiap hari melayani antara 80 sampai 100 orang. Hampir semua fasilitas yang dimiliki kondisinya sangat baik dan respons masyarakat rata-rata mengapresiasi pelayanan yang ada,” ujar Pramono.

Ia juga mengapresiasi inovasi layanan seperti Teras Sehat, Gym Lansia Aktif Mandiri, dan Area Moana untuk tumbuh kembang anak. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi juga ruang interaksi warga.

“Baru pertama kali saya melihat ada kelompok lansia sampai usia 83 tahun memanfaatkan puskesmas ini sebagai tempat berkumpul, berolahraga, dan bersilaturahmi,” katanya.

Saat ini Pemprov DKI memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit tambahan juga akan dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat Jakarta. (Far/P-3) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *