Teknologi Skin Tightening Non-Invasive Kian Populer di Indonesia
Pengenalan teknologi perawatan kulit XERF by Cynosure Lutronic di klinik Ace Dermatology, Jakarta, Jumat (15/6).(Dok. Ace Dermatology)

PERAWATAN estetika kini semakin bergeser ke arah hasil yang lebih natural, minim rasa sakit, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Masyarakat saat ini tidak lagi mencari perubahan wajah yang berlebihan. Mereka kini lebih mengutamakan treatment yang mampu mempertahankan kondisi kulit agar tetap sehat dan kencang secara alami.

“Sekarang pasien lebih smart. Mereka mengerti bahwa treatment bukan untuk mengubah wajah secara drastis, tetapi mempertahankan apa yang sudah dimiliki agar tetap baik lebih lama. Orang ingin terlihat lebih fresh, kulit lebih firm, tapi tetap seperti dirinya sendiri,” ujar dr. Grace, pemilik klinik Ace Dermatology, Jakarta, pada pengenalan teknologi perawatan kulit XERF by Cynosure Lutronic di klinik tersebut, Jumat (15/6).

Menurutnya, tren tersebut mendorong meningkatnya minat terhadap treatment pengencangan kulit non-invasive yang nyaman dan minim downtime. Salah satu teknologi yang kini banyak diminati adalah XERF, treatment asal Korea Selatan yang menggunakan dual frequency 6.89 MHz dan 2 MHz untuk membantu stimulasi kolagen dan structural lifting tanpa mengubah karakter alami wajah.

Teknologi tersebut juga dilengkapi sistem Wave Fit Pulse Technology yang membantu menjaga penghantaran energi tetap stabil sehingga treatment terasa lebih nyaman di kulit. Menurutnya, pendekatan seperti ini menjadi semakin relevan karena masyarakat kini lebih menyukai hasil yang natural.

Dokter Grace menambahkan, usia 30 hingga 40 tahun menjadi fase ideal untuk mulai menjalani treatment preventif. Namun, teknologi seperti XERF tetap dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan tiap pasien. 

“Preventive treatment penting karena kita ingin mempertahankan kondisi kulit selama mungkin. Jadi bukan menunggu sampai aging-nya berat dulu baru melakukan treatment,” terangnya.

Ia juga menilai perkembangan media sosial dan era digital membuat masyarakat semakin sadar terhadap penampilan. Meski demikian, konsep kecantikan saat ini justru bergeser ke hasil yang sehat, natural, dan tetap sesuai karakter wajah masing-masing.

Dalam acara tersebut, influencer Angelica dan Sylvie Cendana turut membagikan pengalaman mereka setelah mencoba treatment tersebut. Keduanya mengaku tertarik karena prosedurnya minim rasa sakit dan tidak membutuhkan waktu pemulihan yang lama.

Sylvie Cendana mengatakan dirinya cukup terkejut karena proses treatment terasa nyaman dan tetap memungkinkan dirinya beraktivitas normal setelahnya. 

“Biasanya habis treatment tertentu kulit jadi merah atau perlu recovery, tapi kali ini tidak. Kulit terasa lebih firm dan segar, tapi hasilnya tetap natural,” ujarnya.

Sementara itu, Angelica menyebut perawatan estetika saat ini bukan lagi semata-mata soal penampilan, melainkan juga berkaitan dengan rasa percaya diri. Ia juga menilai treatment dengan minim downtime menjadi solusi yang lebih relevan bagi masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi. 

“Buat aku yang paling terasa itu confidence. Kadang kita sibuk dan kurang maksimal merawat diri, jadi treatment seperti ini membantu menjaga kondisi kulit tetap baik,” katanya.

Senada, perwakilan idsMED Aesthetics Indonesia selaku distributor resmi teknologi XERF menjelaskan, tren global saat ini memang bergerak ke arah regenerative treatment dan preventive aesthetic. Permintaan terhadap treatment skin tightening non-invasive terus meningkat karena pasien kini lebih mengutamakan hasil natural, minim downtime, dan kenyamanan treatment. 

Popularitas treatment ini juga meningkat setelah aktris Korea Selatan Park Shin Hye dipercaya sebagai Global Brand Ambassador XERF. Teknologi tersebut juga telah mendapatkan persetujuan FDA dan dirancang untuk mendukung kesehatan kulit jangka panjang.

“Kolaborasi bersama Ace Dermatology untuk menghadirkan XERF menjadi bagian dari perkembangan industri estetika yang semakin advanced dan patient-oriented,” ucap Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia Andy Rahardja.

Sementara itu, Head of Aesthetics idsMED Indonesia Marisa Theresia mengatakan sebelum dibawa ke Indonesia, pihaknya telah mempelajari berbagai testimoni dan eksperimen dokter secara global untuk memastikan kualitas teknologi tersebut. “Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman bagi pasien dengan minimal downtime,” ujarnya. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *