Profil Ratu Margrethe II: Sosok Ikonik Denmark yang Turun Takhta
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KABAR mengejutkan datang dari Kerajaan Denmark. Mantan Ratu Margrethe II dilaporkan harus menjalani prosedur medis angioplasti jantung setelah mengalami gangguan kesehatan mendadak. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung.

Ratu Margrethe II merupakan salah satu tokoh monarki paling berpengaruh dan dicintai di Eropa. Memimpin Kerajaan Denmark selama lebih dari lima dekade, ia dikenal bukan hanya sebagai kepala negara yang tegas, tetapi juga sebagai seorang intelektual dan seniman yang berbakat.

Lahir dengan nama lengkap Margrethe Alexandrine Þórhildur Ingrid pada 16 April 1940, ia naik takhta pada 14 Januari 1972 setelah wafatnya sang ayah, Raja Frederik IX. Kepemimpinannya selama 52 tahun menjadikannya penguasa terlama dalam sejarah Denmark, melampaui rekor Raja Christian IV.

Pendidikan dan Kecerdasan Multibahasa

Margrethe II dikenal sebagai salah satu anggota kerajaan paling terpelajar. Ia menempuh pendidikan di berbagai universitas ternama dunia, termasuk Universitas Kopenhagen, Universitas Aarhus, Cambridge, dan London School of Economics. Kecerdasannya terbukti dari kemampuannya menguasai lima bahasa secara fasih: Denmark, Prancis, Inggris, Swedia, dan Jerman.

Biodata Singkat Ratu Margrethe II:

  • Lahir: 16 April 1940 (Istana Amalienborg, Kopenhagen)
  • Masa Takhta: 14 Januari 1972 – 14 Januari 2024
  • Pasangan: Pangeran Henrik (Wafat 2018)
  • Anak: Raja Frederik X dan Pangeran Joachim
  • Keahlian: Ilustrator, Desainer Kostum, dan Arkeolog

Sisi Artistik dan Kontribusi Budaya

Berbeda dengan citra monarki yang kaku, Margrethe II adalah seorang seniman aktif. Dengan nama samaran Ingahild Grathmer, ia pernah membuat ilustrasi untuk edisi Denmark buku “The Lord of the Rings” karya J.R.R. Tolkien. Ia juga aktif sebagai desainer kostum dan set untuk berbagai pertunjukan balet di Royal Danish Theatre.

Kecintaannya pada arkeologi juga membawanya terlibat dalam berbagai penggalian internasional, termasuk di Italia dan Mesir, yang ia lakukan bersama kakeknya, Raja Gustaf VI Adolf dari Swedia.

Keputusan Bersejarah: Turun Takhta

Pada malam tahun baru 2024, Ratu Margrethe II mengejutkan dunia dengan mengumumkan pengunduran dirinya (abdikasi). Keputusan ini sangat langka dalam tradisi monarki Denmark yang biasanya memegang takhta hingga akhir hayat. Faktor kesehatan, terutama setelah menjalani operasi punggung yang besar pada tahun 2023, menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Tepat pada 14 Januari 2024, ia secara resmi menyerahkan takhta kepada putra sulungnya, Raja Frederik X. Meski telah turun takhta, ia tetap menyandang gelar Ratu dan terus dihormati sebagai sosok “Ibu Bangsa” bagi rakyat Denmark.

Kini, di usianya yang telah mencapai 86 tahun (per 2026), Ratu Margrethe II tetap menjadi simbol stabilitas dan modernitas bagi Denmark, meskipun baru-baru ini ia harus menjalani perawatan medis angioplasti untuk menjaga kesehatan jantungnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *