
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi Indonesia berada dalam kondisi aman di tengah kepanikan banyak negara akibat ketidakpastian global. Hal tersebut didorong oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta penguatan sektor domestik yang terus dilakukan pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Presiden optimistis Indonesia mampu bertahan dari eskalasi konflik dunia berkat prinsip persatuan nasional dan politik luar negeri bebas aktif.
“Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menjelaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada filosofi diplomasi “seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak”. Dengan menganut kebijakan good neighbor policy, Indonesia berhasil meredam potensi konflik di wilayah strategis seperti Laut Natuna dan menuntaskan berbagai sengketa perbatasan yang telah mandek selama belasan tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani pemikiran para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Syahrir. Ia menekankan bahwa warisan pemikiran para tokoh bangsa tersebut adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan kelompok tertentu.
“Sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno. Jadi maaf, Bung Karno bukan milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta milik semuanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden memaparkan keberhasilan diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral dengan negara tetangga seperti Singapura, Vietnam, Tiongkok, dan Malaysia. Menurutnya, perbaikan hubungan internasional ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan keamanan nasional di masa depan.
“Perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan, kita selesaikan. Dengan Vietnam, kita selesaikan. Sama Tiongkok, kita perbaiki. Alhamdulillah sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut,” pungkas Presiden. (Z-10)
