313 Keluarga Terdampak Banjir di Kota Semarang, Tanggul Jebol 40 Meter Ditambal Darurat
Tanggul Sungai Plumbon di Kecamatan Tugu, Kota Semarang jebol sepanjang 40 meter mengakibatkan banjir besar(Dok Istimewa)

SEBANYAK 313 keluarga terdampak banjir di Kota Semarang bagian barat, Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah cepat dengan melakukan penambalan secara darurat tanggul Sungai Plumbon yang jebol sepanjang 40 meter.

Pemantauan Media Indonesia Sabtu (16/5) sejak pagi setelah banjir melanda Kota Semarang bagian barat sedikit surut, ratusan petugas bersama warga setempat secara bahu-membahu melakukan aksi pembersihan lumpur dan sampah yang dibawa banjir yang menutupi jalan, perkampungan danvrujah warga.

Sementara itu sebagian lainnya melakukan upaya penambalan tanggul Sungai Plumbon yang jebol sepanjang 40 meter akibat gelontoran air sungai yang sangat besar menghantam setelah hujan lebat melanda daerah ini, sedangkan ratusan keluarga terdampak banjir masih kesulitan mobilisasi.

“Banjir paling besar dalamb10 tahun terakhir di sini, kami kaget setelah tiba-tiba Sungai Silandak meluap hingga merendambkampung hingga ketinggian capaiv1 meter,” kata Agung, warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Erlinawati, warga Tugu, Kita Semarang yang mengaku kesulitan bergerak setelah banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon tersebut, bahkan setelah banjir sedikit surut jalan, halaman dan rumah dipenuhi lumpur dan sampah dengan ketebalan capai 10 centimeter membuat kebingungan dan terpaksa mengurungkan niat berangkat ke gereja.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara terpisah mengatakan dari sejak banjir telah memerintahkan seluruh instansi dan dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan langkah cepat mengatasi banjir di sejumlah kecamatan di Semarang bagian barat tersebut.

Banjir terjadi di kawasan tersebut, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Jumat (15/5) sore di Daerah Ungaran dan Gunungpati, sehingga dengan cepat volume Sungai Silandak dan Plumbon meningkat hingga keluap serta tanggul tidak kuat menahan gelontoran air jebol.

Berdasarkan pendataan sementara, ungkap Agustina Wilujeng Pramestuti, akibat banjir tersebut sebanyak 313 keluarga di Kecamatan Tugu, Kota Semarang terdampak, sebagai langkah awal penanganan dilakukan adalah melakukan pembersihan lumpur dan sampah dengan mengerahkan sejumlah mobil tangki dan truk sampah.

Selain itu yang lebih penting, demikian Agustina Wilujeng Pramestuti, adalah penambalan secara darurat tanggul Sungai Plumbon yang jebol sepanjang 40 meter, meskipun dilihat dari kewenangan sungai tersebut berada di bawah naungan BBWS Pemali Jagung. “Karena potensi hujan masih tinggi, sayaperintahkan dilakukan penambalan darurat agar tidak banjir,” imbuhnya.

Sebelumnya akibat terseret banjir tergadi Jumat+15/5) malam, dua warga Kota Semarang ditemukan meninggal dunia, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, kedua korban tersebut diserahkan ke keluarga dan dimakamkan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *