
DIGUYUR hujan sedang hingga lebat mengguyur Kota Semarang sejak Jumat (15/5) petang, mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir hingga mencapai ketinggian 80 centimeter, selain banjir masuk ke rumah warga juga arus lalu lintas terganggu katena ruas jalan terendam
Pemantauan Media Indonesia hingga Jumat (15/5) malam, sejumlah kendaraan roda dua dan empat mogok dan lalulintas tersendat akibat banjir merendam ruas jalan di Kalibanteng dan Mangkang, Kota Semarang, bahkan dikabarkan ada satu warga terhanyut akibat banjir tersebut.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kota Semarang dibantu sejumlah relawan tampak melakukan evakuasi korban hanyut akibat banjir merendam yang telah ditemukan oleh warga.
“Betul, saat ini saya masih di lokasi, belum diketahui identitasnya dan kronologinya,” kata Lurah Purwoyoso, Kota Semarang Agus Riyanto.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang Nur Mustofa mengatakan proses evakuasi terhadap korban seorang wanita berusia sekitar 25 tahun berlangsung sekira pukul 19.00 Wib, korban ditemukan tersangkut di dekat kandang ayam dengan akses yang cukup sempit sehingga petugas harus melakukan evakuasi secara estafet.
Adapun ciri-ciri fisik korban, ungkap Nur Mustofa, yakni berjenis kelamin perempuan dengan rambut panjang ikal dan tubuh agak gemuk dan sat ditemukan pakaian luar korban sudah terlepas dan hanya tersisa pakaian dalam, diduga korban terseret arus banjir dari kawasan KIC Ngaliyan hingga terbawa aliran Sungai Silandak sejauh sekira dua kilometer.
Selain tubuh korban, menurut Nur Mustofa, tim SAR juga menemukan sebuah sepeda motor tergeletak di kawasan Candi.
“Tadi hujan sejak sore hingga mengakibatkan sungai meluap dan terjadi banjir,” Imbuhnya.
Banjir merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Semarang Barat tersebut, terjadi setelah hujan sedang-lebat mengguyur daerah ini sejak petang, bahkan Sungai Silandak meluap hingga mengakibatkan banjir merendam perkampungan di Kalibanteng Kulon dan beberapa kelurahan lainnya.
Selain meluapnya sungai itu, tanggul Sungai Plumbon kembali jebol dan banjir merendam permukiman dan jalan raya di kawasan Mangkang dan Industeri Candi Semarang.
“Orang yang hanyut itu di Kawasan Industri Candi dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di daerah Purwoyoso,” ujar seorang relawan.
Selain itu banjir juga terpantau merendam Jalan Gunung Jati l, Mangkang dengan ketinggian air kurang lebih sekitar 50 sentimeter, serta jalur Pantura Semarang-Kendal dengan ketinggian 30 centimeter yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat karena kendaraan melintas harus berjalan merambat.
“Hujan lebat mengguyur di Kota Semarang terutama di daersh selatan membuat sejumlah sungai di Jora Semarang meluap hingga mengakibatkan banjir ini,” ujar Ritani,56, seorang warga Mangkang, Kota Semarang. (AS)
