
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, memperbanyak instalasi penerangan jalan umum (PJU). Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga potensi kejahatan jalanan.
“Tahun ini memang kita ada pemeliharaan maupun pemasangan PJU secara masif di sejumlah titik dari wilayah utara, selatan, kawasan perkotaan hingga akses strategis seperti area flyover Tol Cibitung-Cilincing,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi, seperti dikutip, Selasa (22/9).
Peningkatan kapasitas PJU itu mencakup perawatan berkala serta penambahan unit baru. Hal ini ditujukan untuk memaksimalkan pencahayaan jalan sehingga masyarakat merasa lebih aman saat melintas di malam hari.
RIBUAN TIANG PJU BARU DIPASANG
Pemkab Bekasi memasang sedikitnya 350 tiang berjenis dekoratif dan 150 tiang single stang ornament di sejumlah lokasi prioritas. Selain itu, pemasangan tiang single stang juga tersebar di wilayah utara dan selatan dengan total masing-masing 983 unit.
“Dengan jumlah tersebut, mudah-mudahan mampu memaksimalkan pencahayaan atau penerangan pada jalan umum untuk memudahkan mobilitas masyarakat,” ucap Andi.
Tidak hanya jalan utama, Dishub Kabupaten Bekasi turut memperkuat pencahayaan di kawasan strategis sekitar flyover Tol Cibitung-Cilincing, tepatnya di area Wanasari dan Wanajaya, Kecamatan Cibitung. Wilayah ini diprioritaskan karena memiliki mobilitas warga yang sangat tinggi.
RESPONS 24 JAM DAN ANTISIPASI PENCURIAN
Guna menjaga performa fasilitas umum tersebut, Dishub Kabupaten Bekasi menyediakan kanal pengaduan masyarakat berbasis media sosial untuk melaporkan PJU yang mati atau rusak.
“Kita sudah membuka layanan media sosial untuk layanan pengaduan apabila ada pemadaman atau PJU yang mati. Kita akan merespons melalui tim kita selama 24 jam,” jelas Andi.
Pemeliharaan juga difokuskan pada ruas jalan nasional yang vital bagi pergerakan ekonomi daerah. Unit PJU yang usang atau rusak ditargetkan selesai diperbaiki dalam tiga pekan ke depan.
Di sisi lain, Andi mengakui tantangan di lapangan masih ada, seperti maraknya pencurian kabel listrik PJU. Untuk mengantisipasinya, pemantauan lapangan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) makin dimaksimalkan.
Keberadaan PJU dinilai tak sekadar alat penerang jalan, melainkan pendorong roda perekonomian dan keamanan wilayah.
“Manfaat dari PJU ini tentunya untuk pencahayaan suatu wilayah, menurunkan tingkat kriminalitas kemudian mendukung aktivitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Melalui penambahan dan pemeliharaan ini kami berharap mobilitas warga semakin aman dan nyaman,” pungkasnya. (Ant/P-2)
