Marco Rubio Ungkap Detail Pembicaraan Rahasia Trump-Xi Jinping
Marco Rubio.(Al Jazeera)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, membuka tabir mengenai diskusi tertutup yang berlangsung antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan di Beijing pekan ini. Pertemuan yang berlangsung di Balai Agung Rakyat tersebut menjadi sorotan dunia, terutama terkait posisi Rubio yang sebelumnya berada di bawah sanksi Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok memberikan lampu hijau bagi Rubio untuk menginjakkan kaki di Beijing meskipun ia masuk dalam daftar hitam sejak 2020. Pejabat Tiongkok menggunakan celah teknis dengan menyatakan bahwa sanksi tersebut berlaku bagi Rubio dalam kapasitasnya sebagai mantan Senator, bukan sebagai diplomat tertinggi AS saat ini. Langkah ini diambil guna menghindari bencana diplomatik dalam kunjungan bersejarah tersebut.

Fokus Utama: Perang Iran dan Selat Hormuz

Dalam wawancara dengan NBC News pada Kamis (14/5/2026), Rubio mengonfirmasi bahwa sebagian besar diskusi selama dua jam tersebut berfokus pada perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Blokade Iran di Selat Hormuz melumpuhkan pengiriman energi global dan memicu lonjakan harga bahan bakar yang memukul ekonomi rumah tangga.

“Pihak Tiongkok menyatakan mereka tidak setuju dengan militerisasi Selat Hormuz dan mereka tidak mendukung sistem tol (ilegal). Itu posisi kami juga,” ujar Rubio. Meskipun Trump memberikan apresiasi kepada Tiongkok karena membantu membujuk Iran untuk bernegosiasi bulan lalu, Rubio menegaskan bahwa AS tidak meminta bantuan langsung dari rezim Komunis tersebut.

Titik Temu: Rubio mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat secara tegas bahwa Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan Taiwan dan Isu Hak Asasi Manusia

Isu Taiwan tetap menjadi titik api utama. Presiden Xi Jinping dilaporkan memberikan peringatan formal kepada Trump bahwa ketegangan yang terus berlanjut terkait Taiwan berpotensi membahayakan seluruh hubungan AS-Tiongkok. Menanggapi hal ini, Rubio menyatakan bahwa kebijakan AS tetap konsisten lintas administrasi dan memperingatkan bahwa upaya paksa apa pun oleh Tiongkok akan menjadi kesalahan besar dengan dampak global.

Selain isu geopolitik, Trump juga menggunakan kesempatan ini untuk mengadvokasi pembebasan Jimmy Lai, tokoh pro-demokrasi Hong Kong yang dipenjara. “Presiden selalu mengangkat kasus tersebut. Kami terbuka untuk pengaturan apa pun asalkan dia (Jimmy Lai) diberikan kebebasannya,” kata Rubio.








Delegasi AS yang Hadir Jabatan/Afiliasi
Marco Rubio Menteri Luar Negeri
Pete Hegseth Menteri Pertahanan
Elon Musk CEO Tesla/X
Tim Cook & Jensen Huang CEO Apple & CEO Nvidia

Kunjungan ini, yang sempat tertunda selama enam minggu akibat eskalasi perang Iran, diakhiri dengan suasana yang digambarkan Trump sebagai sangat positif. Trump bahkan mengundang Xi Jinping untuk mengunjungi Amerika Serikat akhir tahun ini, menandakan upaya stabilisasi hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia di tengah gejolak global. (Daily Mail/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *