Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jepang Timur Laut, Shinkansen Berhenti Beroperasi
Kerata Shinkansen Jepang.(Dok. AFP/Manan V)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo awal 6,3 mengguncang wilayah Jepang timur laut pada Jumat (15/5/2026) malam. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pascaguncangan tersebut.

Berdasarkan data JMA, gempa terjadi pada pukul 20.22 waktu setempat. Titik pusat gempa (episentrum) berada di lepas pantai Prefektur Miyagi dengan kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan tanah.

Skala Intensitas dan Dampak Guncangan

Gempa Jepang kali ini tercatat mencapai skala intensitas seismik Jepang 7 (level terendah 5) di sejumlah wilayah di Prefektur Miyagi. Sementara itu, intensitas seismik skala 4 dilaporkan terasa di Prefektur Iwate dan sebagian wilayah Miyagi lainnya.

Guncangan kuat ini berdampak langsung pada sektor transportasi publik. Operator kereta api JR East melaporkan bahwa layanan kereta cepat (Shinkansen) mengalami gangguan signifikan.

Layanan kereta cepat antara Tokyo dan Prefektur Aomori di Jalur Tohoku Shinkansen dihentikan sementara menyusul terjadinya gempa guna pemeriksaan keamanan jalur.

Kondisi Fasilitas Nuklir

Mengingat lokasi gempa berada di wilayah timur laut, perhatian tertuju pada fasilitas nuklir di kawasan tersebut. Namun, operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi memastikan situasi tetap terkendali.

Pihak operator menyatakan bahwa tidak ada anomali atau kerusakan yang dilaporkan pada sistem PLTN Fukushima Daiichi pascagempa. Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih terus melakukan pemantauan terhadap potensi kerusakan bangunan atau korban luka di wilayah terdampak paling kuat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang sering terjadi dalam beberapa hari setelah guncangan utama. (Ant/Kyodo/H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *