
PEJABAT tinggi Angkatan Udara Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pesawat yang diberikan Qatar kepada AS sebagai jet kepresidenan sementara akan menelan biaya sekitar US$400 juta atau sekitar Rp7 triliun untuk proses modifikasi (retrofit).
William Bailey, pelaksana tugas asisten sekretaris Angkatan Udara untuk akuisisi, menyampaikan angka tersebut dalam kesaksiannya di hadapan subkomite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu (13/5). Meski memaparkan estimasi biaya, Bailey menolak untuk merinci lebih lanjut mengenai kemampuan teknis maupun fitur keamanan pesawat tersebut.
Estimasi Biaya Pertama yang Resmi
Angka itu merupakan nilai biaya pertama yang dirilis secara resmi oleh pihak militer sejak Sekretaris Angkatan Udara Troy Meink menyatakan tahun lalu bahwa modifikasi Boeing 747-8 mewah tersebut akan memakan biaya signifikan tetapi di bawah US$400 juta. Konfirmasi terbaru ini menunjukkan bahwa biaya retrofit kini telah menyentuh batas atas dari estimasi sebelumnya.
Pesawat Boeing 747-8 itu merupakan salah satu hadiah asing terbesar yang pernah diterima pemerintah AS dengan nilai aset yang dilaporkan mencapai US$400 juta. Penerimaan jet ini oleh Donald Trump sempat memicu kontroversi luas pada bulan-bulan awal pemerintahannya.
Konteks Kontroversi: Penggunaan pesawat yang diberikan oleh kekuatan asing menimbulkan kekhawatiran etika dan keamanan nasional. Muncul tuduhan bahwa entitas luar mencoba mencari pengaruh atau mengambil hati Gedung Putih melalui hibah mewah tersebut.
Solusi Interim Menuju Air Force One Baru
Gedung Putih dan Angkatan Udara AS menegaskan bahwa jet asal Qatar ini hanyalah pengganti sementara (interim). Pesawat ini akan digunakan hingga Boeing mampu mengirimkan model Air Force One terbaru yang telah lama dipesan.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Angkatan Udara, pengiriman unit pertama Air Force One yang baru tersebut diperkirakan baru akan terlaksana pada pertengahan tahun 2028. Hingga saat itu tiba, jet Boeing 747-8 hasil retrofit ini akan menjadi sarana transportasi udara utama bagi Presiden Amerika Serikat dalam menjalankan tugas kenegaraannya. (Bloomberg/I-2)
| Detail Proyek | Keterangan |
|---|---|
| Jenis Pesawat | Boeing 747-8 (Hibah Qatar) |
| Estimasi Biaya Retrofit | Sekitar US$400 Juta |
| Status Penggunaan | Pengganti Sementara (Interim) |
| Target Air Force One Baru | Pertengahan 2028 |
