Ini Strategi Pencegahan DBD di Lingkungan Kerja
Ilustrasi(Dok MI)

KESEHATAN dan keselamatan kerja (K3) kini tidak hanya berfokus pada risiko kecelakaan fisik, tetapi juga pada ancaman penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) melalui fasilitas kesehatan Weda Bay Medical Center (WMC), mengintegrasikan program pengendalian dengue ke dalam sistem manajemen kesehatan kerja mereka secara komprehensif.

Langkah ini diambil mengingat lokasi operasional di Maluku Utara memiliki tantangan iklim yang memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Program yang dijalankan tidak hanya bersifat reaktif, namun mengedepankan pendekatan preventif dan promotif.

Pilar Utama Pencegahan DBD di Area Industri

Manager Weda Bay Medical Center, dr. Aldi B. Situngkir, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan strategi berlapis untuk memastikan seluruh area kerja dan akomodasi karyawan bebas dari ancaman virus dengue. Strategi ini mencakup aspek medis, lingkungan, hingga kolaborasi lintas sektor.








Komponen Program Implementasi di Lingkungan Kerja
Manajemen Lingkungan Penerapan rutin 3M Plus, pencidukan jentik berkala, penaburan bubuk abate, serta fogging terukur di area operasional dan mess karyawan.
Proteksi Spesifik Pelaksanaan vaksinasi dengue bagi karyawan sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk meminimalisir risiko gejala berat.
Surveilans Medis Deteksi dini melalui skrining demam dan uji laboratorium cepat di WMC untuk mempercepat diagnosis dan penanganan medis.
Kemitraan Strategis Kolaborasi dengan Dinkes Provinsi & Kabupaten serta Puskesmas sekitar untuk pemantauan sarang nyamuk di desa penyangga.

Pengakuan Nasional: Pionir Keselamatan Kerja

Keberhasilan IWIP dan WBN dalam mengelola risiko DBD di lingkungan kerja mendapat pengakuan resmi pada 23 April 2026. Perusahaan menerima penghargaan dari SIAP Lawan Dengue, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Ketenagakerjaan, dan KADIN.

Penghargaan ini menegaskan posisi IWIP sebagai perusahaan pionir yang berhasil menyelaraskan produktivitas industri dengan standar kesehatan masyarakat. Fokus penilaian meliputi efektivitas edukasi pencegahan, pengendalian sarang nyamuk yang konsisten, serta keberanian dalam mengimplementasikan vaksinasi dengue di lingkungan kerja.

Melalui penguatan budaya hidup bersih dan sehat (PHBS) serta investasi pada fasilitas medis yang mumpuni, IWIP dan WBN membuktikan bahwa pencegahan penyakit menular adalah investasi strategis bagi keberlanjutan operasional perusahaan dan kesejahteraan tenaga kerja. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *