
PRODUSER sekaligus penulis skenario film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Robert Ronny, mengungkapkan strategi khusus dalam pemilihan aktor untuk sekuel horor terbarunya. Ia menekankan bahwa karakter yang mengalami kesurupan dalam cerita tersebut wajib diperankan oleh wajah baru atau aktor yang belum banyak dikenal publik.
Kebijakan ini telah diterapkan sejak film pertama Kuasa Gelap pada 2024. Menurut Robert, penggunaan aktor terkenal untuk adegan kesurupan justru berisiko mengurangi rasa takut penonton karena mereka akan cenderung melihatnya sebagai sekadar akting dari figur populer.
“Jatuhnya, ‘oh, itu kan aktor A lagi akting kesurupan’. Enggak terasa bahaya atau ketakutannya itu riil,” ujar Robert saat konferensi pers di Jakarta, Senin (30/9/2026).
Sebaliknya, Robert meyakini bahwa kehadiran wajah baru yang memiliki kemampuan akting mumpuni akan meningkatkan level teror menjadi lebih meyakinkan. Hal inilah yang mendasari terpilihnya Lea Ciarachel pada film pertama, dan kini Venly Arauna untuk memerankan karakter Daniel di film kedua.
Tantangan Mencari Pemeran Pria
Berbeda dengan film pertama, tantangan kali ini terletak pada pencarian pemeran pria yang bisa memberikan kesan menyeramkan saat kerasukan. Sutradara Rizal Mantovani bahkan sempat mengakui kesulitan dalam mencari kriteria tersebut dibandingkan dengan pemeran perempuan.
Setelah melalui proses seleksi, pilihan akhirnya jatuh kepada Venly Arauna. Meski bukan pilihan utama di awal, Venly berhasil meyakinkan tim produksi melalui kualitas aktingnya di proyek sebelumnya dan dedikasi tinggi selama proses audisi.
Profil dan Fakta Pemilihan Venly Arauna
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama Pemeran | Venly Arauna |
| Peran | Daniel (Karakter yang mengalami kesurupan) |
| Asal Daerah | Manado |
| Faktor Pendukung | Rambut panjang (menambah kesan seram) dan keserasian fisik dengan Ferry Salim |
| Proyek Sebelumnya | Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? |
Dedikasi dan Proses Audisi
Robert Ronny mengaku terkesan dengan kepercayaan diri Venly yang rela mengambil cuti dari proyek syuting lain demi fokus mengikuti audisi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, meskipun saat itu belum ada jaminan ia akan terpilih.
Menariknya, Venly mengungkapkan bahwa proses audisi yang ia jalani tidak melibatkan simulasi adegan pelepasan roh jahat atau kesurupan. Fokus utama audisi justru terletak pada pendalaman karakter Daniel secara emosional.
“(Di audisi) enggak ada kesurupan-nya sama sekali, reading adegannya lebih ke menjadi seorang Daniel itu sendiri,” pungkas Venly. (Ant/Z-1)
