Dinas Pendidikan Sleman Pastikan seluruh Lulusan SD Tertampung di SMP
Ilustrasi(MI/AGUS UTANTORO)

DINAS Pendidikan Kabupaten Sleman memastikan seluruh lulusan SD di Sleman tahun 2026 ini dapat tertampung di seluruh SMP-MTs yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ponidi, Senin menjelaskan berdasarkan data jumlah siswa kelas VI SD dan MI tahun 2026 ini tercatat sebanyak 15.976 anak, sementara daya tampung SMP dan MTs negeri maupun swasta mencapai 18.816 kursi.

“Namun tidak bisa semuanya masuk SMP Negeri karena memang daya tampung seluruh SMP Negeri di Sleman tidak sebesar itu. Daya tampung seluruh SMP Negeri hanya 7.968 kursi atau hanya sekitar 49,8 persen dari seluruh lulusan SD,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya kemudian dilakukan seleksi. Langkah ini diambil karena SMP Negeri masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Ia menambahkan pada penerimaan murid baru tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan menerapkan pola penerimaan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, mutasi dan prestasi.

Jalur afirmasi mendapat alokasi maksimal 20 persen dari daya tampung sekolah, yang terdiri dari 15 persen untuk keluarga tidak mampu dan 5 persen untuk penyandang disabilitas. Jika kuota afirmasi tidak terpenuhi, sisa kursi akan dialihkan ke jalur domisili wilayah. Dikatakan, jalur afirmasi ini juga untuk menjaga keseimbangan distribusi siswa di seluruh SMP Negeri di Sleman.

Ponidi menyebutkan jalur domisili dalam SPMB 2026 dialokasikan minimal 40 persen, jalur prestasi maksimal 35 persen, dan jalur mutasi maksimal 5 persen dari total daya tampung.

Sementara itu, calon murid dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta yang ingin mendaftar SMP di Sleman wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD).

Pendaftaran TKAD dibuka mulai 4 Mei hingga 29 Mei 2026 sebagai bagian dari tahapan seleksi masuk sekolah negeri di wilayah tersebut. Dengan skema ini, Disdik Sleman menegaskan bahwa proses SPMB tetap mengutamakan transparansi dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh calon peserta didik.

Penerimaan murid baru melalui jalur prestasi, lanjutnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman juga akan mengakomodasi potensi siswa di luar prestasi akademik. “Kategori prestasi yang diakui kini semakin luas, mencakup ajang nasional seperti OSN, O2SN, FLS2N, hingga lomba bertutur yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” ujarnya.

Prestasi di level daerah melalui ajang POPDA, POPNAS, PORDA, hingga PON juga mendapatkan porsi apresiasi yang signifikan dalam sistem poin pendaftaran.

Disebutkan untuk tahun ini kami membuka ruang lebih lebar bagi anak-anak berprestasi. Ini adalah bentuk apresiasi nyata bagi mereka yang sudah bekerja keras mengharumkan nama Sleman di kancah daerah maupun nasional melalui jalur prestasi yang lebih detail.

Sementara jalur mutasi memperoleh alokasi lima persen bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua ke wilayah Sleman atau DIY. Seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi sleman.spmb.id. Pemerintah berharap sistem digital tersebut mampu meningkatkan transparansi sekaligus mencegah praktik kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

Pendaftaran dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni 2026, dimulai dari jalur prestasi khusus pada 9–10 Juni, dilanjutkan jalur afirmasi dan radius pada 17–18 Juni, hingga jalur domisili wilayah dan prestasi umum pada akhir bulan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *