
PERSAINGAN industri baking dan pastry semakin ketat seiring tumbuhnya pelaku usaha baru di segmen UMKM. Di tengah kompetisi tersebut, pelaku usaha tidak hanya membutuhkan bahan baku berkualitas, tetapi juga peningkatan kompetensi, inovasi produk, serta pemahaman efisiensi biaya agar mampu menjaga margin dan daya saing.
Untuk itu, Win&Co Group (IDX: COCO) melalui brand cokelat unggulannya, Schoko, menggelar program bertajuk Kolaborasa. Program kolaborasi edukatif ini dirancang untuk mendorong inovasi produk, peningkatan kualitas, serta daya saing pelaku UMKM di industri baking dan pastry.
Kolaborasa diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026 di Win&Co Experience Lab Jakarta. Program ini menghadirkan puluhan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM bakery, pemilik café, komunitas baking, hingga praktisi kuliner dalam satu forum kolaboratif.
Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membangun ekosistem industri.
“Melalui Kolaborasa, Win&Co Group ingin menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif khususnya kepada pelaku UMKM dan mitra strategis kami. Kami percaya bahwa pertumbuhan industri tidak cukup hanya ditopang oleh kualitas bahan baku, tetapi juga oleh transfer pengetahuan, inovasi, dan sinergi antar pelaku bisnis. Karena itu, Schoko bersama mitra strategis berupaya menciptakan ruang belajar yang aplikatif sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Kolaborasa disebut menjadi langkah strategis Win&Co Group dalam membangun ekosistem bisnis yang tidak berhenti pada penjualan produk, melainkan menghadirkan solusi lengkap bagi pelaku usaha. Dalam pelaksanaannya, Schoko berkolaborasi dengan mitra strategis yang memiliki kapabilitas saling melengkapi.
Berbeda dari demo baking konvensional, program ini dirancang dalam format yang lebih interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan inspirasi resep, tetapi juga memahami logika formulasi, teknik aplikasi bahan, penghitungan efisiensi biaya produksi, serta peluang pengembangan menu yang dapat langsung diadaptasi dalam operasional usaha.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi teknis, praktik pembuatan produk, hingga konsultasi pengembangan menu bersama tim teknikal.
Salah satu peserta, Agusti Virnawati, menyampaikan pengalaman yang dirasakannya selama mengikuti program tersebut.
“Biasanya kami hanya melihat demo resep, tetapi di Kolaborasa kami benar-benar diajak memahami kenapa bahan digunakan, bagaimana hasil akhirnya bisa lebih efisien, dan menu seperti apa yang punya nilai jual lebih tinggi. Ini sangat membantu UMKM seperti kami untuk bisa naik kelas,” ujarnya.
Melalui Kolaborasa, Win&Co Group menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia food ingredients, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan bagi UMKM dan industri kuliner nasional. Program ini direncanakan kembali hadir pada Juni 2026 dengan konsep yang lebih immersive dan interaktif, dengan akses registrasi terbatas yang akan diumumkan melalui Instagram resmi @schoko.id. (E-4)
