Sempat Terjebak Banjir Beberapa Jam, Seorang Remaja di Cianjur Berhasil Diselamatkan
EVAKUASI: Petugas gabungan Retana, BPBD, dan pemerintah Desa Cikondang Kecamatan Cibeber mengevakuasi seorang remaja yang sempat terjebak banjir, Minggu (3/5) malam.(MI/Benny Bastiandi)

SEORANG remaja warga Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, sempat terjebak banjir bandang meluapnya sungai saat hujan deras, Minggu (3/5) malam. Remaja berusia 13 tahun itu akhirnya bisa dievakuasi petugas gabungan setelah beberapa jam berada di tengah kepungan arus deras.

Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengatakan banjir pada Kamis (3/5) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Cikondang terjadi di Kampung RT 05/03. Terdapat satu orang warga yang notabene masih remaja terjebak banjir.

“Petugas Retana (Relawan Tanggap Bencana), BPBD Kabupaten Cianjur, dan pemerintah Desa Cikondang berhasil mengevakuasi anak berusia 13 tahun yang terjebak banjir di Desa Cikondang itu sekitar pukul 23.30 WIB. Alhamdulillah selamat,” kata Ardian, Senin (4/5). 

Banjir di Kampung Songgom Desa Cikondang akibat meluapnya Sungai Cikondang di titik utama Daerah Irigasi Susukan Gede di Kampung Pasir Sireum Desa Cikondang. Kondisi itu dipicu tingginya intensitas curah hujan. 

Banjir mengakibatkan tiga rumah terdampak. Seluruh warga yang berada di lokasi telah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. 

Selain itu, jalan lingkungan menuju jembatan gantung di Kampung Pasir Sireum juga turut tersapu air sungai. Akses sementara dialihkan melalui jalur alternatif.

Banjir di Desa Cihaur

Meluapnya aliran Sungai Cikondang juga berdampak terjadi banjir di Kampung Kampung Handeueul dan Kampung Alun-alun di Desa Cihaur. Terdapat 15 kepala keluarga yang terdampak peristiwa tersebut.

“Hasil monitoring lapangan sebelumnya, banjir diduga disebabkan luapan Sungai Cikondang pada Daerah Irigasi Susukan Gede atau tepatnya di titik utama wilayah Kampung Pasir Sireum Desa Cikondang serta serta Kampung Handeueul, Desa Cihaur,” tutur Ardian.

Saat hujan deras pada Minggu (3/5) malam, kondisi sungai menunjukkan permukaan air telah sejajar dengan areal persawahan. Ardian menduga, kondisi ini akibat sedimentasi yang cukup tinggi.

“Selain itu, tanggul penahan berupa geobag dan bronjong yang sebelumnya rusak dan tersapu arus Sungai Cisokan pada kejadian banjir pertama belum mendapatkan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Koordinasi 

Pemerintah kecamatan setempat sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Namun hingga saat ini belum terdapat tindak lanjut di lapangan.

Akibat kondisi tersebut, air sungai kembali meluap dan merendam areal persawahan maupun sejumlah rumah warga di Desa Cikondang dan Desa Cihaur. Banjir di Kecamatan Cibeber akibat meluapnya aliran Sungai Cikondang terjadi pada Minggu (5/4) pukul 18.00 WIB, Minggu (26/4) pukul 22.00 WIB, dan Minggu (3/5) pukul 20.00 WIB.

Saat ini kondisi air sudah mulai surut. Sebagian warga masih melakukan pembersihan lumpur di rumah dan lingkungan masing-masing. Pemerintah Kecamatan Cibeber mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. 

“Kami juga berharap adanya percepatan penanganan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul untuk mencegah banjir berulang,” pungkas Ardian. (BB/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *