Satu Petugas Meninggal di Pinrang Saat Bertugas Padamkan Karhutla
Petugas di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan berjibaku memadamkan karhutla(Dok.BPBD Pinrang)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda Provinsi Sulawesi Selatan. Seorang petigas meninggal dunia di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan saat pemadaman.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di tiga kelurahan yang berada di dua kecamatan, yaitu Kelurahan Temmassarangnge dan Macinnae di Kecamatan Paleteang serta Kelurahan Salo di Kecamatan Watang Sawitto. 

Peristiwa ini mengakibatkan satu petugas meninggal dunia saat melakukan pemadaman. “BPBD Kabupaten Pinrang masih melakukan asesmen terhadap luas wilayah terdampak,” kata Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu (16/9)

Terpisah Kapolsek Paleteang, Iptu Syamsul membenarkan kebakaran lahan kebun pisang di Jalan Poros Pinrang-Enrekang, Kelurahan Temassarange, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Selasa (15/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Korban  bernama Yaping, 70, alamat korban di Kelurahan Mamminasae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. “Kebetulan titik tempat kejadian perkara kebakaran lahan tersebut berada tepat di area kebun yang terletak di bagian belakang rumah korban,” sebut Syamsul.

Menurutnya, korban diduga kuat meninggal dunia karena terlalu banyak menghirup kepulan asap tebal saat ikut berjibaku memadamkan api bersama warga sekitar.

“Korban sebenarnya tidak mengalami luka bakar langsung pada tubuhnya saat insiden kebakaran lahan tersebut berlangsung. Cuma pada saat memadamkan api yang banyak bersama warga, dia malah merasa pusing sehingga dibantu dengan warga dibawa ke rumahnya. Saat ini sudah dimakamkan,” jelas Syamsul.

Sementara itu, di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, api berada di Desa Rangas, Kecamatan Banggae. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene melaporkan lahan seluas 3 hektare terdampak karhutla. 

Menyikapi kondisi tersebut, upaya pemadaman masih berlangsung. “Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini,” tukas Berton 

 

Berdasarkan prediksi tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah hingga 17 September 2026, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, sebagian Sumatra, Kalimantan, dan wilayah timur Indonesia berada pada kategori sangat mudah hingga mudah terbakar. 

Sementara itu, prediksi curah hujan menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori menengah hingga rendah. BNPB mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan. 

Pengendalian dan penanganan karhutla dapat berjalan optimal dengan langkah pencegahan dini. Masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan sekitar sehingga dampak asap dapat diminimalkan sedini mungkin. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *