
INTER Milan resmi mengunci gelar Scudetto ke-21 setelah menumbangkan Parma dengan skor 2-0 di San Siro, Minggu (3/5) malam. Di balik pesta juara tersebut, dua pilar utama Nerazzurri, Marcus Thuram dan Nicolò Barella, menegaskan ikatan kekeluargaan yang kuat menjadi kunci utama keberhasilan mereka bangkit dari keterpurukan musim lalu.
Inter hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan takhta juara Serie A. Namun, skuad asuhan Cristian Chivu tampil lebih dari sekadar mengamankan poin. Marcus Thuram memecah kebuntuan sesaat sebelum turun minum setelah menerima umpan terobosan Piotr Zielinski. Kemenangan kemudian digandakan oleh Henrikh Mkhitaryan yang memaksimalkan asis dari kapten Lautaro Martinez.
Kekuatan Hubungan di Luar Lapangan
Keberhasilan ini terasa sangat emosional mengingat musim lalu Inter harus menyudahi kompetisi tanpa gelar, termasuk kekalahan menyakitkan di final Liga Champions. Marcus Thuram menyebut harmoni di dalam ruang ganti sebagai senjata rahasia mereka.
“Sejak saya tiba di Inter, saya melihat sebuah tim yang senang menghabiskan waktu bersama, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan itulah kekuatan kami,” ujar Thuram kepada DAZN Italia.
Penyerang asal Prancis itu juga memberikan pujian setinggi langit kepada rekan setimnya, Nicolò Barella. “Barella adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Menurut pandangan saya, dia adalah pemain Italia terbaik. Dia adalah salah satu kapten kami, dan kita tidak boleh melupakan itu,” tambahnya.
Bangkit dari Kegagalan
Sempat muncul keraguan era kejayaan Inter telah berakhir menyusul kepergian Simone Inzaghi. Namun, di bawah arahan Chivu, Inter justru tampil dominan dan mengunci gelar saat liga masih menyisakan tiga pertandingan.
Nicolò Barella mengakui bahwa perjalanan menuju gelar musim ini tidaklah mudah. Baginya, sepak bola adalah refleksi dari kehidupan yang menuntut ketangguhan untuk bangkit dari kegagalan.
“Ini adalah sepak bola dan kehidupan; ada momen-momen sulit. Misalnya, musim lalu kami hampir meraih segalanya namun berakhir tanpa memenangi apa pun. Dalam hidup, Anda harus selalu bangkit kembali,” kata Barella.
Gelandang timnas Italia itu juga menyampaikan rasa bangganya terhadap integritas tim. “Saya selalu mengatakan bahwa Anda bisa melakukan kesalahan di lapangan, tetapi tim ini tidak pernah kehilangan keinginan untuk tetap bersama. Kami selalu memberikan semua yang kami miliki,” pungkasnya.
Inter Milan kini berpeluang mengawinkan gelar liga dengan trofi Coppa Italia saat menghadapi Lazio di babak final pada 13 Mei mendatang. (Football-Italia/Z-2)
