PSIM Yogyakarta Kalah dari Persita, Jean-Paul van Gastel Soroti Masalah Finishing
Pesepak bola Persita Tangerang Hokky Caraka (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSIM Yogyakarta Rio Hardiawan (kanan) saat bertanding pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Kamis (30/4/2026).(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

PSIM Yogyakarta kembali gagal memetik poin penuh dalam lanjutan pekan ke-30 Super League 2025/2026. Menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (1/5), Laskar Mataram harus menyerah dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh Aleksa Andrejic saat laga baru berjalan enam menit. Meski mendominasi penguasaan bola setelah tertinggal, PSIM gagal mengonversi sejumlah peluang menjadi gol hingga peluit panjang dibunyikan.

Krisis Penyelesaian Akhir

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Arsitek asal Belanda tersebut menyoroti tumpulnya lini depan timnya yang menjadi faktor utama kegagalan meraih poin di kandang sendiri.

“Kita selalu mendapat kesulitan dalam penyelesaian akhir dari peluang yang ada. Ini yang jadi masalah,” ujar Van Gastel sebagaimana dikutip dari laman resmi liga.

Ia menambahkan bahwa secara permainan, anak asuhnya mampu mengontrol jalannya laga. Namun, rapatnya barisan pertahanan Persita Tangerang membuat serangan PSIM selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.

Statistik Kunci Pertandingan:







Skor Akhir PSIM 0-1 Persita
Pencetak Gol Aleksa Andrejic (6′)
Penyelamatan Penalti Cahya Supriadi (84′)
Stadion Sultan Agung, Bantul

Tren Negatif Laskar Mataram

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk PSIM Yogyakarta yang belum mencicipi kemenangan dalam tujuh laga terakhir. Dari periode tersebut, Laskar Mataram hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan empat kekalahan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam 13 pertandingan terakhir, PSIM hanya mampu mengantongi satu kemenangan. Satu-satunya kemenangan tersebut diraih saat menghadapi PSBS Biak, tim yang saat ini terpuruk di dasar klasemen.

Beruntung, PSIM tidak kalah dengan skor lebih mencolok. Kiper Cahya Supriadi tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi penalti pemain Persita, Pablo Ganet, pada menit ke-84.

“Kita sudah mencoba merespons yang terjadi. Kita juga sempat dapat hukuman penalti, namun beruntung bisa digagalkan oleh Cahya. Yang pasti, hasil laga ini mengecewakan,” tambah Van Gastel.

Ujian Berat di Bandung

Hasil ini membuat PSIM tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin dari 30 laga, menyamai perolehan poin Arema FC di peringkat ke-10.

Tugas berat menanti Van Gastel pada pekan depan. PSIM dijadwalkan melakoni laga tandang kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Senin (4/5) pukul 15.30 WIB. Persib sendiri tengah dalam motivasi tinggi untuk mengejar ambisi hattrick juara liga. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *