
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) berkolaborasi dengan Media Indonesia menyelenggarakan forum diskusi Insight Talks dengan tema “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial”. Kegiatan ini berlangsung di Harper Hotel Palembang dan diikuti oleh sekitar 80 peserta dari kalangan media, mahasiswa, serta komunitas penggiat digital.
Acara dibuka oleh Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, yang menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi strategis terkait AI. “Indonesia tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang Kecerdasan Artifisial sebagai kerangka tata kelola nasional yang mendorong inovasi sekaligus memastikan pengembangan teknologi dilakukan secara etis, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Lebih lanjut, Farida menegaskan bahwa kehadiran AI tidak boleh menghilangkan nilai-nilai dasar dalam dunia jurnalistik.
“Melalui forum Insight Talks ini, kami mengingatkan kembali bahwa AI boleh menjadi alat untuk mempercepat kerja redaksi, tetapi nurani, empati, dan verifikasi tetaplah menjadi domain seorang jurnalis,” tambahnya.
ia juga menekankan dua poin penting dalam menghadapi era AI, yakni:
- Adopsi teknologi yang bertanggung jawab, dengan memanfaatkan AI untuk memperkuat riset dan produktivitas tanpa mengorbankan etika jurnalistik.
- Transparansi konten, di mana publik berhak mengetahui apakah suatu konten dihasilkan oleh manusia atau dibantu oleh AI.
Pada sesi talkshow, Rosarita Niken Widiastuti selaku Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Dewan Pers, membahas pentingnya etika komunikasi dan tanggung jawab moral di tengah derasnya arus transformasi digital. Ia menyoroti bahwa perkembangan teknologi harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai etika dalam penyebaran informasi.
Sementara itu, Abdul Kohar selaku Direktur Pemberitaan Media Indonesia, memaparkan bagaimana media dapat mengadopsi AI secara positif dalam proses redaksional. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI mampu meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, namun tetap harus berjalan seiring dengan prinsip independensi, verifikasi, dan akurasi berita.
Kegiatan ditutup dengan sesi workshop bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Digital” yang disampaikan oleh Septa Ryan Hidayat, CEO Beranda Teknologi Digital sekaligus pemerhati AI.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman praktis mengenai penggunaan AI untuk menunjang produktivitas, seperti pembuatan konten digital, penulisan, serta pengelolaan ide kreatif. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik langsung penggunaan berbagai tools berbasis AI.
Sejumlah peserta juga menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Salah satu peserta dari perwakilan media menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru terkait pemanfaatan AI secara bijak.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami, terutama dalam memahami bahwa AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab dalam menggunakannya, khususnya di dunia media,” ujarnya.
Peserta lainnya dari kalangan pers mahasiswa menambahkan bahwa sesi diskusi yang disajikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Insight yang diberikan narasumber sangat aplikatif. Kami jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan AI untuk produktivitas tanpa melanggar etika,” ungkapnya.
Komitmen Meningkatkan Literasi Digital
Melalui penyelenggaraan Insight Talks ini, Komdigi bersama Media Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi media dan digital masyarakat, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi individu yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI di kehidupan sehari-hari. (H-2)
