
DUA kelompok tari akan mewakili Jawa Barat dalam Kompetisi iForte National Dance Competition (NDC) Inspirasi 2025-2026 tingkat nasional yang akan digelar pertengahan April di Jakarta.
Pada tingkat SMA dan SMK terpilih kelompok Ekstrada dari SMA Negeri 2 Kota Sukabumi. Sementara di tingkat perguruan tinggi ialah kelompok Jawara 212 dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Kedua kelompok itu tampil dalam iForte National Dance Competition Inspirasi Diri babak Kurasi Offline atau regional Bandung. Kompetisi digelar di 23 Paskal Shopping Center, Bandung, Sabtu (11/4).
“Animo masyarakat Jawa Barat menyambut gelaran ini sangat luar biasa. Kami juga melihat dari sisi kualitas, kreativitas seniman muda dari daerah ini sangat berkembang,” ungkap Rina Mardiana, Senior General Manager Sales iForte.
Jawa Barat, tambah Mohammad Arif Yoansyah, Head Event & Activation iForte, dikenal sebagai gudang seniman. “Namun, di event ini, ternyata apa yang ditunjukkan seniman muda dari wilayah ini lebih dari ekspektasi kami.”
Keduanya juga berharap event yang sudah dua kali digelar ini akan kembali dilaksanakan pada tahun depan. “Kami akan bawa temuan di lapangan ini pada pimpinan. Semoga gairah yang sudah ada ini dapat terus berkobar di tahun-tahun mendatang,” harap Rina.
Harapan serupa dilontarkan Abil, juru bicara kelompok tari Ekstrada. Menurut dia, kompetisi tari menjadi pemacu bagi para seniman untuk terus mengembangkan diri dan kemampuan.
“Event ini membuat kami terpacu untuk terus mengembangkan seni tari, terutama kesenian tradisional. Lewat tari, kami juga bisa membawa kekayaan daerah untuk lebih dikenal oleh masyarakat daerah lain dan nasional,” tandasnya.
Kreativitas seni
iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025-2026 digelar oleh iForte dan Protelindo Group. Ajang ini merupakan kompetisi tari antar sekolah dan universitas yang ditujukan bagi pelajar SMA/K sederajat dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi generasi muda berbakat untuk menunjukkan kreativitas seni dan sportivitas mereka melalui tarian yang memadukan lagu pop dengan kekayaan budaya Indonesia.
Kompetisi ini dibuka pada 16 Oktober 2025 dan berhasil menjangkau 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten se-Indonesia. Di Jawa Barat dan sekitarnya, ada 200-an orang yang tergabung dalam 40 kelompok tari yang mendaftar.
Pada tahapan penyisihan iForte National Dance Competition Inspirasi Diri, Kurasi Offline Bandung, 20 grup semifinalis terpilih. Sebanyak 10 kelompok SMA dan SMA, serta 10 perguruan tinggi.
Mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan 2 tarian dengan koreografi kreasi sendiri, yaitu koreografi dengan lagu Inspirasi Diri dan koreografi dengan lagu bebas.
Setiap regional akan menghasilkan 3 juara. Juara pertama akan mewakili regional tersebut pada babak Grand Final yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 25 April 2026, di Mall Grand Indonesia.
Inspirasi Diri
Lagu “Inspirasi Diri” Sebagai Lagu Tema Kompetisi merupakan hasil kolaborasi iForte dengan Yura Yunita dan Eross Candra (Sheila on 7)
Kompetisi tari ini menggunakan lagu tema “Inspirasi Diri”, sebuah karya persembahan iForte dan Protelindo Group berkolaborasi dengan musisi Eross Candra dan penyanyi Yura Yunita, Yuyun Arfah, Yan Josua, Batavia Madrigal Singers, gitaris muda Abim Finger, El Pitu Candra dan musisi tradisional Dunung Basuki.
Lirik dari lagu ini ditulis oleh Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte.
Lagu ini menggabungkan musik pop dengan sentuhan senandung bahasa Toraja dan chanting Indonesia dipadu dengan 11 alat musik tradisional dari Papua, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Bengkulu.
Bandung merupakan kota ke-12 dari 13 kota penyelenggaraan babak Kurasi offline. Dalam rangka melestarikan budaya Nusantara, semua peserta dan pendukung di acara iForte National Dance Competition Inspirasi Diri mengenakan busana yang mencerminkan tema Nusantara.
Di Bandung, Dewan Juri iForte National Dance Competition Inspirasi Diri terdiri dari Pulung Jati, Choreographer & Founder Pulung Dance Studio; Restu Aulia Permana Dancer, Choreographer & Founder Sanggar Seni Candukatari serta Rabib Soplanit, Founder Bridge Dance Academy & Eat D’ Beat Indonesia.
