
FC Porto akan menjamu wakil Jerman, VfB Stuttgart, dalam laga hidup mati leg kedua babak 16 besar Liga Europa 2025/2026 di Estádio do Dragão, Portugal, Jumat (20/3) dini hari WIB. Pasukan Naga (Dragões) membawa modal kemenangan tipis 2-1 dari pertemuan pertama di Stuttgart.
Analisis Kekuatan Tim
FC Porto, di bawah arahan Francesco Farioli, menunjukkan kedewasaan bermain di level Eropa. Dengan mengandalkan duet bek tengah Jan Bednarek dan Jakub Kiwior, FC Porto menjadi tim yang sangat sulit ditembus di kandang.
Kecepatan William Gomes dan ketajaman Terem Moffi di lini depan akan kembali menjadi senjata utama untuk menghukum Stuttgart lewat serangan balik.
Sementara itu, Stuttgart datang ke Portugal dengan misi berat namun bukan hal mustahil. Tim asuhan Sebastian Hoenes tetap setia dengan filosofi menyerang mereka. Deniz Undav, yang mencetak gol di leg pertama, akan menjadi tumpuan di lini depan didukung oleh kreativitas Angelo Stiller di lini tengah.
Statistik Kunci Leg 1
- Skor: Stuttgart 1-2 Porto
- Pencetak Gol: Terem Moffi (21′), Rodrigo Mora (27′) | Deniz Undav (40′)
- Venue Leg 2: Estádio do Dragão, Porto
Prediksi Susunan Pemain
FC Porto (4-3-3)
Diogo Costa; Alberto Costa, Jan Bednarek, Jakub Kiwior, Zaidu Sanusi; Seko Fofana, Pablo Rosario, Gabriel Veiga; William Gomes, Terem Moffi, Borja Sainz.
VfB Stuttgart (4-2-3-1)
Alexander Nübel; Nikolas Nartey, Finn Jeltsch, Jeff Chabot, Maximilian Mittelstädt; Atakan Karazor, Angelo Stiller; Jamie Leweling, Deniz Undav, Chris Führich; Ermedin Demirovic.
| Aspek | FC Porto | VfB Stuttgart |
|---|---|---|
| Performa Terakhir | Menang (vs Moreirense 3-0) | Menang (vs RB Leipzig 1-0) |
| Pemain Kunci | Terem Moffi | Deniz Undav |
| Status Agregat | Unggul 2-1 | Tertinggal 1-2 |
Mampukah Stuttgart Membalikkan Keadaan?
Secara historis, bermain di Estádio do Dragão bukanlah tugas mudah bagi tim tamu. Porto belum terkalahkan di kandang dalam kompetisi Eropa musim ini. Namun, Stuttgart memiliki “Information Gain” berupa pengalaman mereka mengalahkan Celtic dengan skor telak di fase sebelumnya. Kuncinya adalah efektivitas dalam memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti, area di mana mereka gagal di leg pertama.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
