
DUNIA seni komedi dan kebudayaan Indonesia kembali berduka. Pelawak sekaligus seniman ketoprak senior, H. Topan Sugianto bin Doel Ghani, meninggal dunia pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WIB di usia 71 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan diperkuat oleh unggahan belasungkawa resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurut keterangan sang istri, Widha, sebelum meninggal almarhum sempat mengeluhkan sakit perut yang tembus hingga ke bagian punggung pada Kamis pagi. Usai mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis di klinik lokal serta Rumah Sakit Wava Husada, kondisi Topan memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Pria kelahiran Malang, 12 April 1955 ini mengawali kariernya dari panggung seni tradisional ketoprak Jawa Timuran. Nama Topan melambung secara nasional pada era 1990-an hingga 2000-an melalui grup lawak legendaris Topan-Leysus yang kerap menghiasi layar kaca lewat program populer Ketoprak Humor dan Srimulat.
Duetnya bersama sang adik, Sugeng Winarso (Leysus), yang telah berpulang pada 2006, dikenal luas karena kepiawaian mereka memadukan unsur humor tradisional Jawa dengan komedi modern.
Jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman umum setempat di Kepanjen, berdampingan dengan makam ibundanya dan almarhum adiknya, Leysus. Kepergian Topan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para pecinta seni pertunjukan tradisional di seluruh Tanah Air. (E-4)
