
TIDAK lama lagi, tahun ajaran baru akan dimulai. Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta tidak ada kekerasan saat melaksanakan kegiatan orientasi atau pengenalan siswa baru.
“Sesuai aturan, jangan ada kekerasan. Orientasi itu lebih kepada pengenalan dan semangat karena sekolah baru. Tidak boleh ada kekerasan,” ungkapnya, di Bandung, Jumat (12/7).
Ia menentang keras perundungan saat orientasi sekolah. Untuk itu, pemerintah provinsi juga sudah melakukan diseminasi ke setiap sekolah.
Baca juga : SE Penjabat Gubernur Jabar Tentang Study Tour Timbulkan Polemik
“Kita sudah sampaikan ke sekolah untuk menghindari perundungan. Jangan sampai ada lagi,” katanya.
Ia pun menginstruksikan Dinas Pendidikan Jawa Barat memantau kegiatan orientasi di setiap sekolah. “Itu dimulai di tahap awal kegiatan sekolah, jangan ada perundungan. Saya minta Plh Kadisdik memantau orientasi ini.”
Bey menuturkan, kegiatan orientasi hanya untuk menumbuhkan keakraban antar siswa dalam bingkai suasana yang menggembirakan. “Lebih bersifat gembira agar siswa semangat ke sekolah dengan lingkungan sekolah yang baru.”
Masyarakat, lanjut dia, dipersilakan melaporkan jika menemukan sekolah yang melakukan orientasi dengan kekerasan, melalui aplikasi Sapawarga. Pihaknya tidak menoleransi sama sekali adanya kekerasan di sekolah.
“Saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk memantau langsung ke lapangan. Silakan bila ada yang merasa terdapat perundungan laporkan kepada kami lewat Sapawarga. Kami akan tindak tegas,” tandasnya.
