
RISIKO baterai koin tertelan anak menjadi perhatian karena dapat memicu luka bakar kimia dan kerusakan jaringan dalam waktu singkat. Kondisi tersebut mendorong produsen elektronik memperkuat aspek keamanan pada baterai yang banyak digunakan dalam perangkat rumah tangga.
Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel, mengatakan baterai koin memiliki risiko tersendiri karena bentuknya kecil dan mudah ditemukan pada berbagai perangkat, mulai dari remote televisi, jam tangan, timbangan hingga mainan anak. Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan orang tua, tetapi juga perlu didukung desain produk yang lebih aman.
“Inovasi ini kami kembangkan dari kekhawatiran nyata orang tua terhadap risiko benda kecil di rumah yang dapat tertelan anak,” kata Arif di sela kunjungan fasilitas PT Panasonic Gobel Energy Indonesia (PECGI), Cibitung, kemarin.
Panasonic kemudian memperkenalkan generasi terbaru Baterai Litium Koin yang dibekali dua fitur keamanan, yakni Bitter Coating dan Child-resistant Package.
Arif menjelaskan Bitter Coating menggunakan Denatonium Benzoate, lapisan tipis dengan rasa sangat pahit yang dirancang untuk memicu respons alami anak ketika baterai masuk ke mulut. Sementara itu, kemasannya dibuat lebih sulit dibuka oleh anak-anak.
“Melalui komitmen Care for Your Family, Panasonic menghadirkan perlindungan ganda tanpa mengurangi performa daya baterai,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, baterai tersebut diproduksi di fasilitas PECGI Cibitung dan mengalami peningkatan masa simpan dari sebelumnya lima tahun menjadi 12 tahun.
Battery Product Marketing Manager PT Panasonic Gobel Indonesia, Septi Nila Hutami, menilai risiko baterai koin tidak boleh dianggap ringan. Menurut dia, apabila baterai tertelan dan tersangkut di saluran pencernaan, reaksi kimia yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan jaringan dalam waktu cepat.
“Kasus anak menelan baterai koin merupakan kondisi darurat yang dampaknya sangat cepat dan berpotensi fatal,” kata Septi.
Ia menambahkan, pengawasan aktif orang tua tetap menjadi pertahanan utama dalam mencegah kecelakaan di rumah. Orang tua perlu memastikan ruang baterai pada perangkat elektronik tertutup rapat serta menyimpan baterai baru maupun bekas di tempat yang tidak dapat dijangkau anak.
“Pengawasan aktif orang tua serta pengelolaan lingkungan rumah yang aman tetap menjadi kunci utama,” ujarnya.
Panasonic juga menggelar kunjungan pabrik di fasilitas PECGI Cibitung pada 20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, media dan pelanggan melihat proses produksi, mengikuti pengujian teknologi Bitter Coating, serta mendapatkan paparan mengenai keamanan baterai dan pencegahan kecelakaan pada anak. (Z-10)
