
PETINJU legendaris Indonesia, Chris John, merambah dunia hiburan melalui proyek serial animasi terbaru berjudul Dragon’s Dojo. Dalam serial ini, pria yang dijuluki The Dragon tersebut tidak hanya menyumbangkan suaranya, tetapi juga menggunakan nama aslinya sebagai karakter utama.
Chris John mengungkapkan bahwa keterlibatannya bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, budaya, dan karakter Indonesia kepada generasi muda di tingkat global. Ia terlibat aktif dalam pengembangan karakter agar nilai-nilai bela diri yang ia pegang selama berkarier dapat tersampaikan dengan autentik.
“Kami bersama-sama mengembangkan karakter saya. Saya sangat antusias melihat karakter ini mulai menjadi hidup,” ujar Chris John dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (20/8).
Peran sebagai Mentor dan Teknik Tinju Riil
Dalam serial berformat mobile-first (vertikal) ini, Chris John diposisikan sebagai kepala instruktur sekaligus mentor bagi sekelompok anak muda di sebuah akademi bela diri. Karakter tersebut dirancang dengan mengadopsi prinsip serta teknik tinju nyata milik Chris, mulai dari kecepatan, timing, hingga kombinasi pukulan.
Namun, Chris menekankan bahwa aspek terpenting bukanlah sekadar teknik fisik.
“Hal terpenting yang saya bawa bukanlah satu pukulan tertentu, melainkan disiplin dan pola pikir yang saya pelajari sepanjang karier saya,” tambahnya.
Berikut adalah detail proyek serial animasi Dragon’s Dojo:
| Informasi Proyek | Detail |
|---|---|
| Judul Serial | Dragon’s Dojo |
| Karakter Utama | Chris John (Mentor & Kepala Instruktur) |
| Format Visual | Layar Vertikal (Mobile-first) |
| Rumah Produksi | Silver Media Group, Harun Kurniawan, dan Koollab Studios |
| Target Rilis | Awal Tahun Depan (Teaser visual tahun ini) |
| Semesta Cerita | ASERYA Asian Mythology Franchise |
Ekspansi ke Semesta Mitologi Asia
Serial Dragon’s Dojo direncanakan menjadi pembuka bagi semesta yang lebih luas, yakni ASERYA Asian Mythology Franchise. Dalam konsep ini, karakter Chris John diproyeksikan akan bertemu dengan tokoh-tokoh pahlawan dari berbagai negara Asia lainnya dalam satu dunia yang sama.
Mengenai format layar vertikal, Chris menilai pendekatan ini sangat cocok untuk olahraga tinju. Menurutnya, format vertikal memberikan fokus visual jarak dekat yang memperkuat drama interaksi langsung antara dua petarung yang saling berhadapan.
Pihak manajemen juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk melakukan ekspansi ke produk turunan seperti gim dan komik. Chris John menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi guna memastikan elemen pertarungan dan latihan dalam produk-produk tersebut tetap terasa autentik. (Ant/Z-1)
